Aktivis Bolmong terjerat pencemaran nama baik mangkir panggilan polisi

Bagikan Berita ini!


Lidik.net, MANADO- FM alias Fir, salah seorang aktivis asal Bolaang Mongondow (Bolmong) mangkir dari panggilan polisi. Fir sendiri dilaporkan ke Mapolda Sulut terkait dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial facebook dan dijadwalkan diperiksa pada Kamis (18/1).

Informasi yang diterima dari sumber resmi menyebutkan, Fir berjanji akan datang memenuhi panggilan pada Rabu (24/1) pekan depan. “Dia tidak datang alasannya berada diluar daerah. Penyidik tentunya tetap menunggu sesuai janji terlapor,” ujar Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada awak media.

Seandainya Fir kembali mangkir, penyidik akan kembali melayangkan undangan pemanggilan kedua. “Kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Setelah pelapor dan sejumlah saksi dimintai keterangan, selanjutnya terlapor yang akan dimintai keterangan,” jelas pamen polri ini.

Sebelumnya diketahui, FM dilaporkan ke Polda Sulut, 15 Desember 2017 lalu berdasarkan laporan polisi bernomor : STTLP/1017.a/XII/2017/SPKT oleh Husni Towidjojo SH selaku kuasa hukum Hanny Pontoh. Hanny Pontoh merupakan Bapak Angkat KUR Mitra SP3 Bolmong Bank Artha Graha Manado.

“Intinya FM mengatakan di media sosial facebook bahwa klien saya adalah penipu. Sekali lagi dikatakan penipu. Klien saya merasa keberatan dengan hal itu,” ujar Husni.

Atas tindakannya tersebut, dikatakan Husni, FM bisa dikenakan ancaman hukuman pidana karena menurut dia melanggar Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pasal 27 Ayat 3 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008.

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik. Ketentuan Pidana, Pasal 45 ayat 1 Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008,” urai Penasehat Hukum kondang ini.

Baca juga:   Pelaku Pembunuhan Verawati Tuwaidan Di Bekuk Manguni Tim

“Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama enam tahun (empat tahun setelah diubah menjadi Undang-undang nomor 19 Tahun 2016) dan atau denda paling banyak Rp 1 Milliar,” tambah dia.

Salah satu status yang ditulis oleh FM menurut Husni, terdapat dugaan pencemaran nama baik kliennya. “Inilah contoh kecil bentuk amburadulnya administrasi Bank Artha Graha dan pembodohan atau penipuan terhadap rakyat Bolmong yang dilakukan oknum Bank dan oknum bapak angkat dan agen-agen nya,” pungkasnya. (Red)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3115 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini