Aktor Utama Korupsi Pemecah Ombak Minut, Gunakan Kurir Cairkan Cek 9 Milyar

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – MANADO – Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang Timur pihak kejati Sulut baru menetapkan tiga tersangka ini, menurut Aktifis Anti Korupsi penanganan kasus ini, sama sekali belum menyentuh aktor utamanya. Ia berpendapat, Kejati Sulut belum benar-benar serius menyelesaikan kasus korupsi ini. “

Harusnya Pihak penyidik Kejati sulut langsung menyentuh beberapa oknum kurir yang terlibat pencairan dana tersebut sebab pasti kurirnya akan buka mulut ke siapa uangnya di serahkan.

Sebagaimana Informasi yang kami dapatkan dari berbagai sumber saat kami menelusuri perjalanan kasus ini, ada seorang pria yang menjadi kurir penerima dan pembawa cek senilai Rp 9 miliar. “Kejati Sulut harus memeriksa dan menangkap oknum kurir tersebut. Kurir ini saksi kunci. Oknum ini seorang pria dewasa yang menjadi kurir cek senilai Rp 9 miliar dari pihak kontraktor dan mencairkannya ke salah satu Bank BUMN, jangan sampai kurir ini di amankan atau di habisi oleh oknum atau si otak pelaku. lagi pula aktor atau otak pelaku ini kan orang yang paham hukum dan paham juga bermain dalam cela hukum ” tukas sumber.

Oknum kurir ini mendatangi direktur perusahaan untuk mengambil cek atas perintah si otak pelaku dan selanjutnya si kurir ini mencairkan cek yang sudah di tandatangani direktur perusahaan tersebut di bank BRI Airmadidi setelah itu oknum kurir langsung membawa uang yang di cairkan itu kepada si aktor atau otak intelektual dari korupsi pemecah ombak likupang timur ini.

Jika si kurir ini tidak segera di tangkal dan dimintai keteranganya kami mencurigai dan khawatir ada permainan oknum aktor dengan penyidik untuk melemahkan sistem penyidikannya guna mengamankan aktor atau otak intelektualnya. Sebab bagaimanapun sang aktor ini adalah orang terpandang dan memiliki power sebab masih bernaung pada satu institusi besar di negara ini. Tapi apakah karena ia memiliki power dan masih bernaung pada isntitusi besar lantas tak tersentuh hukum ? Mau dibawah kemana negara ini jika demikian.

Baca juga:   Pola Serangan Terorisme ‘Bom Solo’ jadi Tantangan Kapolri Baru!

Siapapun dia pangkat apapun dia jika telah melakukan kejahatan kemanusiaan termasuk korupsi harus di basmi. Kami menuntut kepada begara ini untuk berlaku adil dalam memberabtas korupsi siapapun dia pangkat alapun dia namanya mencuri uang rakyat harus di berantas di hukum jika perlu miskinkan dia.

Pihak kejaksaan tinggi sulut harus berani menetapkan otak atau aktor intelektualnya demi menjaga nama baik institusi kejaksaan dimata masyarakat. Jika tidak hal ini akan menurunkan (trush ) kepercayaan masyarakat kepada Lembaga kejaksaan itu sendiri.

“informasi yang diperoleh, perusahaan milik tersangka RM ini hanya di pinjam seorang oknum yang sangat dekat dengan aktor utama dugaan kasus korupsi proyek pemecah ombak senilai Rp 15 miliar ini. Kejati Sulut jangan tebang pilih. Aktor harus di jerat.

Untuk diketahui sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2015, proyek senilai Rp 15 miliar ini melalui proses lelang, namun BPBD Kabupaten Minahasa Utara justru hanya melakukan penunjukan langsung pada proyek pemecah ombak likupang timur ini.

RM sendiri selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, berperan sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. namun diduga kuat bahwa RM tidak tahu menahu masalah tekhnis pekerjaan itu sebab berdasarkan i formasi masyarakat sekitar proyek bahwa ada seorang oknum yang dekat dengan bupati mereka yang sering datang mengontrol pelaksanaan pekerjaan proyek ini yakni bapak rio permani panambunan. ” io kalu pak rio selalu torang lia no ja datang ba lia ni proyek jadi torang tau ini ibu bupati yang suruh karena pak rio ini kan torang tau ibu bupati pe apakang…. ” tukas seorang masyarakat yang tak mampu menjelaskan hubungan bupati minut dengan pak rio tersebut.

Baca juga:   Kapolri Tito karnavian Siap Hentikan Penyidikan Kasus Pimpinan KPK yang Dilaporkan Pengacara Setnov

Terhadap ketiga tersangka RM, RT, dan HS Kejati Sulut menerapkan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh UU No. 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (RAJAYA POPAL)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3022 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini