Alumni UGM di Sulut (KAGAMA) dan FORWARD Gelar Diskusi Publik, Kritisi Sektor Pariwisata Sulut.



Bagikan Berita ini!


LIDIK.NET, SULUT – Alumni Universitas Gajah Mada (KAGAMA) Provinsi Sulawesi Utara yakni Taufik Tumbelaka dengan Forum Wartawan DPRD Sulawesi utara melaksanakan diskusi publik untuk mengangkat pariwisata di Sulawesi Utara, berjalan dengan Sukses.

Dalam diskusi ini menghadirkan Taufik Tumbelaka yang dikenal sebagai pengamat politik, Pemerintahan dan Kemasyarakatan juga menghadirkan Senator DPD-RI Daerah pemilihan Sulawesi Utara yaitu Marhani Pua bersama dengan beberapa akademisi.

Taufik Tumbelaka dalam pemaparannya menitik beratkan pada sektor Pariwisata yang berbasis pada ekonomi masyarakat.
Kepada peserta diskusi Taufik mengungkapkan peran pemerintah Sulawesi Utara yakni Gubernur Olly Dondokambey sudah berjalan maksimal, namun ada beberapa hal yang harus dikaji lebih dalam dan komprehensif oleh pemerintah Sulut, dimana program pariwisata harus menjadi industri yang memberi dampak pertumbuhan ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Belum terlihat konsep bagus pariwisata di Sulawesi Utara. Ambil contoh di Yogyakarta, pariwisata sudah menjadi industri yang keuntungannya dinikmati semua masyarakat mulai pemilik hotel, penginapan kecil hingga pedagang kaki lima. Industri kerajinan souvenir hidup, akomodasi hotel dilengkapi ornamen khas sehingga wisatawan merasakan langsung suasana daerah,” ujar Taufik Tumbelaka, kamis (28/12/2017).

Mantan aktivis UGM ini juga menyatakan sikap kurang setuju penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Likupang yang menurutnya akan mematikan aktivitas wisata daerah lain di Sulawesi Utara.

“Penetapan KEK Pariwisata itu seperti memprioritaskan kawasan tertentu, padahal bicara pariwisata universal harus melibatkan potensi wisata semua daerah 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara. Bagaimana dengan program satu objek wisata unggulan di setiap kabupaten dan kota yang digaungkan sebelumnya,” pungkas Taufik Tumbelaka. (Jeferson)