Angouw Terima Kunjungan Camat Dan Kepala Desa Mitra



Bagikan Berita ini!

LIDIKDeprov- Ketua DPRD Sulut Andre Angouw menerima kunjungan Para Camat dan Kepala Desa dari wilayah Touluaan, Toulaan Selatan, Tombatu dan Siliaan Raya, Minahasa Tenggara (Mitra) hari ini, Rabu (12/7-2017) di Ruang Rapat Ketua DPRD.

Rombongan ini dipimpin oleh anggota DPRD Mitra dari Fraksi PDI Perjuangan, Niko Royke F Pelleng dengan maksud kedatangan untuk menyampaikan beberapa hal urgent yang perlu disikapi, antara lain masalah produksi Captikus yang telah memiliki Perda tapi belum bisa diterapkan.

Mereka juga menyampaikan aspirasi tentang ruas jalan provinsi yang perlu mendapat perhatian, seperti jalan Tombatu – Silian Raya – Touluaan, jalan Lobu – Kalait dan jalan Lobu -Amurang.

Pelleng menyampaikan tentang masalah yang dihadapi petani Captikus sebab disisi lain harus menunjang ekenomi masyarakat tapi aturan dan keputusan Kemendag termasuk Perda justru melarang penampungan, pengiriman ke pabrik soal minuman yang tidak berlabel seperti Captikus.

Dalam pertemuan ini, Angouw menjelaskan tentang hal-hal yang berhubungan dengan kebijakan dan kewenangan Provinsi Sulut sehubungan dengan permasalahan yang dibicarakan.

Angouw menambahkan juga bahwa soal Perda harus dilihat dulu, apakah Perda di Mitra tentang Captikus ini bisa diterapkan atau tidak.

“Jika tidak efektif diterapkan justru merugikan daerah Mitra sendiri, perlu dipelajari oleh pemkab secara hukum dan aturan, terutama jangan sampai bertentangan dengan aturan yang diatas,” kata Angouw.

Soal infrastruktur Jalan Provinsi dan drainase yang dikeluhkan, Angouw menjelaskan soal hal-hal yang berkaitan dengan kewenangan antar kabupaten dan provinsi. Bagi Angouw tentunya akan melihat skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah Provinsi Sulut, karena terdapat beberapa kewenangan kota/kabupaten yang sudah di-handle Provinsi seperti guru SMA/SMK dan lain-lain.

Baca juga:   Karinda: "Unsrat Harus Rekrut Siswa Sulut Yang Berprestasi".

“Konsekuensinya secara ekonomi anggaran Sulut mengecil sebab program dan kegiatan membesar soal coverage anggaran,” kunci Angouw.

(tim/antomochtar)