Arogansi Penangkapan HJ Oleh AKBP Iwan Permadi, Diduga Karena Pesan Sponsor

Bagikan Berita ini!


LIDIK. NET – JAKARTA – Bakal calon anggota DPD RI, Hendra Jacob (HJ), yang di jadikan tersangka kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan KETUA hanura Sulut jakson Kumaat membantah pernyataan Kasubdit Cyber Crime dan Perbankan Polda Sulut AKBP Iwan Permadi, terkait penangkapan terhadapnya saat di ruangan jatanras polda sulut.

Pernyataan AKBP Iwan Permadi bahwa HJ hampir menabrak mobil Tim dari personel Subdit Cyber Crime dan Perbankan, serta personel Ditreskrimsus, dan delapan personel Sabhara, dengan mobilnya saat akan ditangkap di rumahnya, Rabu 25 Juli 2018 lalu kepada sejumlah wartawan di Mapolda, menurut Hendra Jacob adalah pernyataan bohong dan hoax.

“Terkait statemen AKBP Iwan Permadi bahwa saya hampir menabrak mobil anggota Tim saat ke rumah saya di citraland, itu pernyataan bohong. Dia berbohong untuk merekayasa situasi guna menutupi arogansinya yang sudah viral di sosial media.

Tidak benar bahwa saya hampir menabrak mobil mereka. Karena saat ditangkap, saya sudah berada di kantor Polda Sulut sejak dua jam sebelum penangkapan arogan yg dilakukannya,” ungkap HJ kepada lensasulut.com melalui pesan singkat, Minggu (29/7).

Cobalah kalau jadi perwira polri jangan suka bohong broo dan tolong hilangkan pemikiran merekayasa situasi, sebab sudah bukan jamanya lagi broo. Anda sudah berada di jaman polisi modern bukan di jaman lampu botol lagi. Artinya dunia semakin canggih masyarakat semakin cerdas dan semakin kritis dalam memanfaatkan perkembangan jaman ini.

Diapun meyakinkan bahwa penangkapan yang menurutnya arogan itu, sesungguhnya telah direkam dalam sebuah video.

“Lihat saja dalam video yang beredar, saya sedang berada di ruangan Jatantras Polda Sulut bersama rekan rekan saya kemudian dia datang langsung teriak borgol dia borgol, kenapa kalian takut sama hendra jacob? Itu kan tindakan bodoh, arogansi yang berlebihan, dia tidak dapat menyesuaikan antara pasal yang di langgar dengan tindakan yang akan diambil.

Baca juga:   "Wawali Mor Bastiaan Hadiri Peresmian Jembatan Maesa"

Pernyataan bahwa saya hampir menabrak mobil mereka hanyalah buaian belaka yang bermaksud untuk membenarkan tindakan arogansinya itu. semua yang ia katakan itu tidak mendasar dan bukan fakta yang terjadi alias bohong, suru dia bersumpah anak istrinya mati jika dia tak berbohong, ini kan bahaya mempermalukan institusi bisa bisa pimpinan diatasnya di kibulin juga.

pak kapolda diminta untuk mengevaluasi masalaah ini, orang ini harus di bina dulu belum bisa di berikan jabatan seperti sekarang ini sebab arogansinya tak mendasar, suka merekayasa situasi dan keadaan ” jelasnya. ( Rk)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini