Aroma Korupsi Pada Pembangunan Lapangan Pondabo Tutuyan Boltim

Bagikan Berita ini!

LiIDIK.NET, Jakarta- Proyek Pembangunan Taman Hijau Lapangan Pondabo Kecamatan Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang di kerjakan CV. INDIRA dengan anggaran Rp. 537.600.000,- sangat amburadul dan terindikasi sarat akan korupsi karena diduga adanya persoalan perencanaan yang kurang matang.

Hal ini seperti yang disampaikan mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkab Boltim Darwis Lasabuda kepada awak media, (dikutip dari detotabuan.com) Darwis mengakui bahwa pembuatan taman hijau lapangan pondabo yang bertujuan sebagai kawasan lindung ,terhenti dikarenakan tidak maksimalnya proses pelaksanaan pembangunan proyek tersebut oleh pihak ketiga.

Dan Darwis Lasabuda juga membenarkan proyek tersebut sudah putus kontrak dengan pihak ketiga, sebagai pihak pelaksana pekerjaan. “Pekerjaan itu 74 persen terkesan amburadul, dan pemanfaatannya pun tidak ada. Diketahui Bupati pun mengaku beber darwis pembangunan taman hijau tidak sesuai dengan keinginan bupati karena pihak ketiga hanya mengambil keuntungan tanpa memperhatikan manfaatnya,” pungkas Darwis dukutip dari detotabuan.com (15 maret 2017)

Selain itu, Darwis juga menyatakan, seharusnya proyek ini sudah diselesaikan apalagi proyeknya berada di dalam pusat kota namun karena bermasalah maka untuk saat ini masih of (dihentikan) sambil menunggu anggarannya kalau masih mencukupi maka akan dilanjutkan kembali penyelesaian bagian yang lain,” sambung Darwis.

Proyek ini diketahui di kerjakan saat Priyamos mengemban Kepala di Dinas Lingkungan Hidup. Sayangnya dalam upaya konfirmasi langsung kepada Priyamos via telepon tidak ada tanggapan sama sekali.

Namun upaya konfirmasi dilanjutkan Kepala Inspektorat Boltim, Dra. Meyke Mamahit.SE.MM membuahkan hasil. Pada media ini Meyke membenarkan persoalan proyek itu memang bermasalah karena tumpang tindih dengan proyek pembangunan lapangan pondabo sebelumnya, sementara belum ada penghapusan aset atas proyek itu. “Itu proyek tumpang tindih dan mestinya sebelum ada pembangunan di tempat yang sama. Harus ada penghapusan aset bangunan sebelumnya dulu. Itu tidak boleh dan memang menyalahi aturan,” terang mamahit. ( red)

Baca juga:   Senin Setnov Akan Digarab KPK, Akankah Setnov Ditahan ?

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3078 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini