Astaga..!! Anak Di Bawah Umur Ikut Kampanye TBNK



Bagikan Berita ini!

Kotamobagu – Lidik.net, Masa Kampanye Pasangan Calon Kepala Daerah yang baru dimulai Kamis (15/2), termasuk di kotamobagu yang akan menggelar pilwako sudah mulai menunjukkan indikasi pelanggaran yang tergolong berat.
Seperti yang nampak pada saat KPU Kotamobagu menggelar deklarasi kampanye damai pemilu 2018,yang bertempat di halaman kantor KPU kotamobagu minggu (18/02), tertangkap kamera awak media Lidik.net pasangan calon nomor urut satu Tatong Bara-Nayodo Koerniawan (TBNK) mengikut sertakan anak dibawah umur.
Hal ini langsung mendapatkan kecaman keras dari Ir. Silvana Kandouw, salah satu tokoh perempuan di kotamobagu “Satu yang mesti diperhatikan oleh masing-masing tim pemenangan adalah agar tidak melibatkan anak-anak dalam segala aktivitas kampanye” .

“Selama kegiatan kampanye dilarang melibatkan anak, baik itu kampanye terbuka, dialogis, dan sebagainya,” kata Enci Sil, sapaan akrab Silvana.

Silvana menegaskan, larangan keras melibatkan anak di bawah umur dalam kegiatan kampanye itu pun tertuang dalam Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Untuk itu, dia sangat mengharapkan, kampanye yang akan dilaksanakan mulai 15 Februari adalah kampanye ramah anak.”Kalau mengacu pada Pasal 15 dan Pasal 76 H Undang-undang Perlindungan Anak itu jelas, akan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp100 juta,” tegasnya.

Silvana menuturkan, bahwa sanksi pidana itu berlaku jika anak-anak terlibat secara jelas dan menggunakan atribut salah satu paslon wali kota dan wakil wali kota Kotamobagu dalam kegiatan kampanye tersebut. Namun, jika anak-anak itu datang bersama orangtuanya di salah satu kegiatan kampanye, maka pihaknya menyarankan agar dipisahkan dari kegiatan tersebut.

“Kalau memang datang dan tidak ikut ke dalam kerumunan, tidak masalah, artinya anak-anak itu dijauhkan dari area kampanye, karena nanti takutnya mereka akan berdesak-desakan dengan massa. Makanya, kita sarankan, parpol atau paslon menyediakan tempat khusus penitipan anak,” tuturnya.

Baca juga:   Kapolri Tito Karnavian Harap Jakarta Jadi Panutan Pelaksanaan Pilkada Demokratis

Untuk terciptanya kampanye yang ramah anak, kata Silvana, pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Kota Kotamobagu dan Panwaslu Kotamobagu segera mengambil tindakan tegas  kepada seluruh paslon maupun parpol yang terlibat. Selain itu, ia juga berharap stakeholder lainnya bisa bekerja sama dalam melakukan  pengawasan atas konten hoax di Media Sosial terkait Pilkada yang berdampak negatif bagi anak-anak.

“Kami ingin adanya sinergitas antara penyelenggara Pemilu karena di Undang-undang Perlindungan Anak secara tegas larangan pelibatan anak dalam kegiatan politik,” ujarnya.

Selain itu, tambah Silvana, dirinya juga mendorong KPU Kotamobagu untuk dapat memastikan anak-anak sebagai pemilih pemula yakni usia 17 tahun terdaftar dan memiliki hak pilih. “Kita berharap, nanti anak-anak yang sudah memiliki hak pilih, pada hari pencoblosan, mereka bisa mencoblos,” tuturnya.

Terkait hal tersebut, Hem Mokoginta salah satu tim kerja paslon Jainuddin Damopolii Suharjo D Makalalag (JADI JO) mengaku, pihaknya telah mengantisipasi pelibatan anak-anak dibawah umur dalam kegiatan kampanye paslon yang dimulai pada 15 Februari 2018. Bahkan, katanya, larangan pelibatan itu juga tertera dengan jelas didalam Peraturan KPU Nomor 4 tentang Kampanye bahwa dilarang membawa anak maupun menggunakan atribut pada saat kampanye.

“Yang diajak untuk kampanye itu adalah orang yang berhak untuk memilih, bukan anak-anak. Ini memang sifatnya di larang,dan hal ini akan kami buatan laporan resmi” pungkasnya.(Dimus)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2998 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini