Brevet atau Wing Penerbang Kehormatan Kapolri Harus merasakan sensasi drag chute pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30 MK 2

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – Jakarta – Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan Brevet atau Wing Penerbang Kehormatan kepada Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Mulyono, dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi. Pemberian brevet itu dilakukan di Lapangan Udara Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (20/12) pagi.

Sebelum pemberian brevet, Hadi memberi kesempatan kepada para jenderal itu untuk merasakan sensasi drag chute pesawat tempur jenis Sukhoi SU-30 MK 2 milik TNI Angkatan Udara. Drag chute adalah sistem pengereman yang menggunakan lontaran parasut ke arah belakang, sehingga dapat mengurangi laju kecepatan secara signifikan.

Sensasi drag chute dilakukan tanpa sepengetahuan Tito, Mulyono, dan Ade ketika Hadi mengajak mereka terbang dengan empat pesawat Sukhoi SU-30 MK 2. Sebelum menjajal pesawat tempur itu, keempatnya mengenakan perlengkapan terbang lengkap seperti flight suite, helm, dan kaca mata hitam saat hendak menaiki pesawat.

Persiapan terbang pun dilakukan mulai sekitar pukul 08.55 WIB. Hadi terbang dengan Sukhoi bernomor 07, Tito bernomor 09, Mulyono bernomor 10, dan Ade bernomor 11.

Hadi mengawal penerbangan dengan lepas landas sekitar pukul 09.07 WIB. Keempatnya, akhirnya kembali mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 09.50 WIB.

Dalam penerbangan tersebut, Hadi sempat mengajak Tito, Mulyono, dan Ade untuk merasakan sensasi terbang dengan Sukhoi dalam berbagai bentuk formasi dan rintangan lain.

Setelah merasakan sensasi terbang dengan salah satu pesawat tempur milik TNI AU itu, Tito, Mulyono, dan Ade langsung disematkan Brevet atau Wing Penerbang Kehormatan oleh Hadi.

Baca juga:   Ingat !!! BRIMOB Bukan POLISI Partai, Jangan Hanya Tenaganya Di Pakai

Dalam sesi wawancara dengan wartawan usai acara penyematan, Hadi mengatakan ia yakin Tito, Mulyono, dan Ade merasakan sensasi menaiki Sukhoi saat pendaratan.

Menurutnya, Tito, Mulyono, dan Ade tidak akan mengira pesawat akan berhenti dengan menggunakan sistem drag chute. Hadi menyampaikan, ia sengaja dan meminta pilot yang mendampingi ketiganya tidak memberitahukan hal itu.

“Saya yakin bertiga kaget semua. Tapi itu yang memang saya sampaikan ke pilot tidak usah dikasih tahu, nanti kalau nge-brake menggunakan drag chute. Biar bisa merasakan sensasinya,” ucap Hadi

Lebih dari itu, Hadi berkata, penyematan Brevet atau Wing Penerbang Kehormatan ini merupakan langkah untuk menunjukkan soliditas TNI dan Polri.

“Tujuan besarnya adalah kami menunjukkan soliditas TNI dan Polri yang kami bina selama ini kami pertahankan dan akan semakin kuat,” ujarnya. (Didi)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3027 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini