Bupati Minsel Mengaku Tidak Pernah Menerima Fee Proyek, Ketum LMI Minta KPK Selidiki Sejumlah Proyek Diminsel

Bagikan Berita ini!

Manado – LIDIK.NET – Maraknya kepala daerah yang berhasil diciduk oleh lembaga anti rasuah, ini menjadi bukti bahwa taring KPK tidak hanya tajam di pusat, namun juga tetap tajam walau korupsi itu berada di daerah.

Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini juga menjadi bukti, bahwa kepala daerah dengan semua kekuasaan yang dimiliki masih ecap kali terbutakan, sehingga masih mau mengambil keuntungan yang melanggar, yakni korupsi.

Hampir semua kasus kepala daerah yang terjaring KPK modusnya sama, meminta fee proyek dari kontraktor. Ini menyadarkan kita bahwa proyek pemerintah di dinas teknis tetap masih menjadi lahan basah kepala daerah untuk menangkul uang haram.

Terkait modus kepala daerah menerima fee proyek itu bupati minahasa selatan eugenia christiani tetty paruntu ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya selama menjabat bupati sudah mau masuk dua periode ini tidak pernah menerima fee sepeserpun dari proyek proyek di kabupatenya. Ia bahkan mengatakan bahwa dirinya melatih jajaranya untuk bekerja jujur karena berani jujur itu hebat. ” kata tetty paruntu melalui watshapnya.

Menyikapi hal tersebut. Tinaas wangko Laskar Manguni Indonesia Hanny Pantow mengatakan dirinya mengapresiasi kejujuran itu, namun saya jug menantang KPK untuk melakukan penyelidikan sejumlah proyek di kabupaten minahasa selatan apakah benar tidak ada setor menyetor fee kepada bupati seperti yang di katakannya ? jika benar bupati minsel tidak pernah menerima fee proyek maka dia adalah bupati paling bersih seindonesia dan itubharus di apresiasi tukas ketum LMI.

Baca juga:   Astaga Oknum Kepala Desa Di Paguat Diduga Hamili Wanita Selingkuhanya
About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3121 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini