Diperiksa Jaksa, Kurir Cek Rp 9 M Ungkap Aktor Utama Korupsi Proyek Pemecah Ombak



Bagikan Berita ini!

Foto ilustrasi penyidik kejati sulut

LIDIK.NET – MANADO, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara dikabarkan telah memanggil dan memeriksa kurir cek senilai Rp 9 miliar pada kasus dugaan korupsi pemecah ombak. Informasi ini di ungkap sumber terpercaya Lidik.net beberapa waktu lalu. “Kurir cek senilai Rp 9 miliar sudah di periksa Kejati Sulut. Kurir sudah mengakui aliran dana puluhan lembar cek senilar Rp 9 miliar,” ungkap Sumber beberpa waktu lalu seraya meminta untuk tidak menyebutkan namanya.

Lebih lanjut Sumber juga mengungkapkan, saat di periksa Jaksa Penyidik, kurir mengakui dan menyebutkan nama aktor utama dugaan korupsi proyek pemecah ombak yang merugikan negara senilai Rp 8,8 miliar. “Kurir sudah menyebutkan nama. Profesinya pejabat tinggi di Kabupaten Minahasa Utara. Pengakuan kurir, aktor utama ini yang memberi perintah untuk menjemput cek dari Direktur┬áPT. Manguni Makasiouw Minahasa dan mencairkannya di bank BRI Airmadidi,” beber Sumber dengan tetap mewanti-wanti tidak menyebutkan namanya.

Sumber memastikan, dalam waktu dekat pihak Kejati kembali akan memanggil aktor utama ini. “Dalam waktu dekat akan di panggil. Semoga penyidik sudah menemukan bukti yang lengkap. Sangat berpeluang jadi tersangka,” kuncinya.

Untuk diketahui, kasus ini terkuak saat LSM MJKS (Masyarakat Jaring Koruptor Sulut) September 2016 melaporkan terjadinya dugaan korupsi pada proyek pemecah ombak yang di bangun di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Pada kasus korupsi yang merugikan negara Rp 8,8 miliar ini, sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2015, penentuan pemenang proyek senilai Rp 15 miliar ini seharusnya melalui proses lelang. Namun BPBD Kabupaten Minahasa Utara justru hanya melakukan penunjukan langsung.

Kejati Sulut November 2017 lalu telah menetapkan 3 tersangka, yakni SHS, RT dan RM. Peran ketiganya masing-masing yakni, SHS sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). RT yang saat ini menjabat Kadis Kesehatan Minut kapasitasnya sebagai mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kaban BPBD) Kabupaten Minahasa Utara, sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). RM sendiri selaku Direktur PT. Manguni Makasiouw Minahasa, berperan sebagai perusahaan pelaksana pekerjaan proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. ( sm/didi)