Dua Terdakwa Korupsi Bolsel Mengaku Salah Hingga Terjadi Kerugian Negara

Bagikan Berita ini!

Lidik.Net Manado – Dua terdakwa kasus korupsi pengadaan premi asuransi anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yaitu AAM alias Musa dan MUS alias Merry akhirnya mengakui telah melakukan kesalahan sewaktu menjabat hingga terjadi kerugian Negara sebanyak Rp. 275 Juta. Pengakuan tersebut disampaikan keduanya saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu (03/10) siang tadi.

Terdakwa Musa sendiri mengakui telah menikmati keuangan Negara sebanyak Rp. 3 Juta. “Yang saya terima Rp. 3 Juta. Yang lainnya ada pada terdakwa Merry,” jelasnya.

Merry sendiri tak membantah keterangan tersebut. Hanya ia sudah tidak mengingat secara pasti kepada siapa uang tersebut telah ia alirkan. “Saya sudah tidak ingat secara pasti. Tapi buku catatannya masih ada. Nanti saya bawa pada sidang pembelaan nanti,” ujar Merry.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa. Sidang pun dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan JPU.

Diketahui sebagaimana dalam dakwaan, Sekitar bulan Juni 2012 sampai Agustus 2012 bertempat kantor DPRD Kabupaten Bolaang Mongondouw Selatan, ada kegiatan pengadaan premi asuransi kesehatan bagi ketua dan anggota dewan, sebanyak 18 anggota dewan dengan pagu anggaran Rp270 juta dan setiap anggota dewan sejumlah Rp15 juta dan sumber dana tersebut berasal dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) TA 2012.

Dikarenakan sudah memasuki pertengahan tahun dan atas desakan ketua dan anggota dewan sehingga diadakan tender, dengan terdakwa Musa jabatan Sekwan kala itu, sebagaimana SK Bupati untuk melakukan tender, selaku Pengguna Anggaran (PA).

Singkatnya setelah pelelangan dimenangkan oleh CV Citra Lestari KSO PT AXA Financial Indonesia. Terdakwa Merry mengatas-namakan AXA Finansial. Terdakwa kemudian mengajukan permohonan pembayaran seratus persen kepada sekertariat dewan, terdakwa Musa selaku Sekwan kemudian menyetujui dan menandatangani SPM.

Baca juga:   Fery Seke Akui, Reza : Saya akan Beberkan Siapa Pemberi Uang 5 Juta Ke Preman "Pato" Untuk Menghabisi Hendra Jacob

Selanjutnya dana pun masuk ke rekening PT AXA Financial Indonesia, rek BRI-Molibagu. Padahal tidak ada kantor perwakilan AXa Financial di Molibagu.

Perbuatan terdakwa kemudian ketahuan, ketika ada salah satu anggota keluarga Aleg DPRD yang sakit, ketika akan mengklaim polis, ternyata kosong.

Akibat perbuatan para terdakwa, negara merugi Rp275 juta. JPU kemudian menjerat terdakwa dalam pasal 2 ayat (1) dan pasal 3. jo. pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah UU No 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31, tentang pemberantasan Tipikor. jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Iin)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3054 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini