Dukung Tuntaskan Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang , LMI Seruduk Kantor Kejati Sulut



Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – Manado – Laskar Manguni Indonesia (LMI) mendukung Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Kabupaten Minahasa Utara.

LMI mendukung Kejati Sulut untuk menyelesaikan kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Kabupaten Minahasa Utara. Dukungan akan disampaikan melalui aksi damai yang akan di gelar di kantor Kejati Sulut, Kamis (14/12/2017) pagi besok.

Tonaas Wangko LMI, Pendeta Hanny Pantouw menegaskan pihaknya siap mendukung penuh Kejati Sulut. “LMI mendukung penuh Kejati Sulut menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Minut. Kami siap jadi garda paling depan. Kami minta Kejati Sulut tak perlu takut menetapkan tersangka terhadap aktor intelektualnya,” tegas Pdt. Hanny Pantouw yang ditemui di sebuah rumah kopi, Rabu (13/12/2017) malam.

Pantouw kembali menegaskan, 3 tersangka yang sudah ditetapkan Kejati Sulut beberapa waktu lalu belum menyentuh aktor intelektualnya. “Mereka ini hanya bawahan yang tentunya memiliki pimpinan yang lebih memiliki hak untuk mengambil keputusan. Saya minta Kejati Sulut tak perlu takut,” pungkas Pdt. Pantouw.

Aksi damai yang di gelar LMI akan mengerahkan sekitar 600 massa. Massa akan mendatangi Kejati Sulut sekitar pukul 10.00 Wita dan di pimpin langsung Tonaas Wangko, Pdt. Hanny Pantouw.

Untuk diketahui terkait kasus korupsi pemecah ombak likupang timur kabupaten Minahasa Utara, telah merugukan negara 8,8 Milyar dan kasus ini disinyalir keras melibatkan oknum petinggi dan kekasihnya.

Berdasarkan informasi yang di himpun redaksi LIDIK.NET Oknun Polisi berpangkat kombes telah di periksa sebanyak 2 kali oleh Penyidik korupsi kejati sulut karena namanya santer dibsebut masuk dalam pusaran korupsi ini. ( red)

Baca juga:   Polda Sulut : Bukti Sudah Di Kantongi, Selangkah Lagi Salihi & Yani Tersangka