Fery Seke Akui, Reza : Saya akan Beberkan Siapa Pemberi Uang 5 Juta Ke Preman “Pato” Untuk Menghabisi Hendra Jacob

Bagikan Berita ini!

Lidik.Net Manado – Sidang kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh salah satu calon anggota DPD RI yakni Hendra Jakob, terhadap Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Utara (Sulut) yakni Jackson Andre Kumaat. Kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Manado, dengan agenda pemeriksaan saksi. Rabu (17/10) sore tadi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ikent Pelealu, menghadirkan dua saksi yakni Salmon Fery Sekedar dan Asa Laendatu, didepan majelis hakim Djulita T Massora SH MH, Donald Malubaya, dan Betsy Matuantkota. Dimana menurut keterangan keduanya mengatakan kalau awalnya mereka melihat postingan tersebut di media sosial FB, lalu saksi memberitahukan postingan tersebut ke Jackson Andre Kumaat atau sapaan akrabnya Jacko.

“Saat saya memberitahukan postingan tersebut kepada Jacko di sekretariat Hanura, Jacko menanyakan kalau postingan tersebut dapat dari mana, lalu saya menjawab kalau postingan tersebut didapat dari FB,” ujar saksi Fery.

Saat majelis hakim menanyakan apakah saksi masuk dalam grub massanger bersama terdakwa, saksi menjawab, “saya masuk dalam grub massanger tersebut,” ungkapnya.

Kemudian, saat Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Reza Sofian menanyakan kepada saksi, apakah saksi tahu kalau antara terdakwa dan Jacko ada perselisihan di grub massanger?, Saksi menjawab, “sebelum adanya postingan dari terdakwa, memang terdakwa dan Jacko sempat terlibat perdebatan masalah partai di grub,” beber saksi.

Usai mendengarkan keterangan dari saksi, majelis hakim langsung menutup persidangan dan akan di lanjutkan pada Rabu depan dengan agenda masih dengan pemeriksaan saksi.

Sementara Reza Sofyan selaku penasehat hukum terdakwa Hendra Jacob mengatakan bahwa, kasus ini terkesan di paksakan oleh penyidik cyber polda sulut, karena dalam berkas perkara keterangan saksi saksi semuanya sama tanpa ada perbedaan sedikitpun. kemudian sudah terungkap dalam persidangan juga saksi dari pihak jackson kumaat bernama fery seke mengakui bahwa ada perdebatan dalam group masengger bernama happy birthday Benny Rhamdani antara,klien saya hendra Jacob dan pengurus hanura lama kubu revani parasan dengan jackson kumaat sebagai ketua hanura sulut yang di tunjuk DPP HANURA pasca kisruh dualisme ketua umum artai hanura. Ini sangat jelas membuktikan bahwa chatingan jakson kumaat yang mengirim tiga mobil mencari hendra jacob di citraland tersebut benar diakibatkan adanya perdebatan dalam group masengger tersebut. Berarti apa yamg di posting oleh klien saya terdakwa Hendra jacob adalah akibat dari perdebatan dalam gorup itu yang mungkin membuat saudara jakson kumaat itu tidak senang. Oleh karenanya sebetulnya kasus ini tidak ada unsur pidananya hanya karena orderan maka berbagai trik di gunakan untuk kasus ini bisa berproses. Perdebatan dalam group terjadi pada bulan january tanggal 16 kalau tidak salah, postingan hendra jacob di facebooknya yang di permasalahkan jackson kumaat yang katanya mencemarkan nama baiknya tanggal 2 februari.dan chatingan di masengger tersebut diakui oleh saudara jacko sendiri saat sidang oemeriksaan saksi pelapor rabu minggu lalubdan di kuatkan oleh saksi Fery seke hari ini bahwa benar ada terjadi perdebatan awal sebelum postingan hendra jacob itu di permasalahkan. Tukas Reza.

Baca juga:   HJ Ditetapkan Tersangka,Jacko No Coment

Reza sofyan juga menambahkan bahwa dirinya yakin kliennya akan bebas. ” ya saya sangat yakin bahwa klien saya hendra jacob akan bebas karena fakta persidangan tidak dapat menunjukan kesalahan daripada klien saya semua justru diakui oleh pelapor dan para saksinya.belum lagi jika hendra jacob menghadirkan saksi preman yang menerima uang Rp 5 juta rupiah yang di suruh oleh pelapor jakson kumaat untuk menyerang Kliem saya Hendra jacob, lebih rame lagi, tegas reza usai sidang mendengar keterangan saksi.(red)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3054 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini