Gara Gara Tarik Motor Dijalanan Pihak FIF Di Polisikan Aktifis Anti Korupsi Kristi Sumual



Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – MANADO – Maraknya aksi para debt collector di kota manado sangat meresahkan masyarakat. Pasalnya mereka tak segan segan mengambil motor di jalanan tanpa adanya kompromi sedikitpun. Kaminkan sudah mengansur hampir 2 tahun sekarang menungga kurang kebih 4 bulan, ini kan bisa kita bicarakan secara baik baik dengan membuat surat perjanjian bersama bukan main tarik di jalanan ” tukas Alfons”

Cara cara daripada para debt collector ini terkesan sangat arogan apalagi mereka rata rata menggunakan jasa para preman yang disuatu kesempatan tak segan segan melukai korbanya.

Saya memohon kepada aparat kepolisuan polda sulut untuk dapat menindak tegas para ¬†debt collector ini. ” contohnya motor saya di pinjam teman untuk membeli sesuatu di pusat perbelanjaan tiba tiba langsung disantroni debt collector dan dibawah ke kantor FIF tanpa adanya pembicaraan guna mencari solusi dari tunggakan yang di maksud. Jelas alfons.

Saya berharap dengan dibuatkan laporan polisi di polresta manado dapat memberikan solusi terkait permasalahan ini. Lain haknya jika motor atau unit itu kami jual itu dapat dipidana. Ini kan tidak hanya karena ada kendala satu dan lain hal sehingga kami menungga angsuranya.  Terangnya lagi.

Saya sudah melakukan upaya untuk berkordinasi dengan pihak FIF namun mereka tidak mau sama sekali memberikan keringanan kepada kami olehnya itu kami serahkan saja ke pihak aparat kepolisian untuk di proses sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku. Tambahnya.

Ini kronologis penarikan saty unit motor milik pelapor.

Kronologis

1. Grifin Zackawerus meminjam kendaraan motor DB 3090 LS pada selasa 12 September 2017 siang sekitar pukul 11.30 WITA. Untuk keperluan mengecek/membeli ban Mobil. Motor di pinjam kepada pemilik a/n Kristi Sumual.

2. Setelah lama menunggu akhirnya sekitar jam 15.30 WITA Grifin menemui pemilik motor dan mengabarkan motor telah diambil oleh pihak debt kolektor saat ia memarkir motor tersebut di IT Center Manado sekitar pukul 14.00 WITA.

3. Pada saat itu Grifin diminta untuk menandatangani berita acara oleh debt koletor dan selanjutnya motor di bawah di kantor FIF di jalan Sam Ratulangi Wanea. Grifin diminta agar membawa berita acara ke pemilik kendaraan dan mengatakan motor tidak akan ditahan dan apabila pemilik sudah datang silakan menunjukkan surat berita acara itu dan motor akan dikembalikan.

4. Pada jam 16.00 WITA pemilik motor mendatangi Kantor FIF lantai 3 dan meminta keringanan agar motor di kembalikan tapi tidak diberikan dengan alasan harus membayar semua pelunasan motor tersebut sampai pada Tahun 2018 dengan total sekitar 12 juta. Pemilik meminta keringanan agar bisa dibayar beberapa bulan tunggakan tapi tidak diberi.

5. Tanggal 14 pemilik datang kembali agar diberi keringanan tapi tidak juga diterima dan pihak FIF meminta agar melunasi semua angsuran. Setelah bermohon maka samg pegawai mengatakan akan coba menanyakan kepada pimpinan FIF dan menyuruh pemilik meninggalkan nomor HP dan akan di telp dan disuruh menunggu.

6. Tanggal 15 karena menunggu tidak mendapatkan telp dari Pihak FIF pemilik kendaraan menelepon ke salah satu pegawai dan setelah diangkat dia mengatakan agar pemilik kendaraan melunasi kewajiban sampai lunas baru motor bisa dikeluarkan.

7. Pada tanggal 15/9/2017 pemilik motor melaporkan kasus ini ke SPKT Polresta Manado. Dengan laporan STTLP/2252/IX/2017/SULUT/RESTA MANADO