GMIM Buyungon Sukses Jadi Tuan Rumah Festival Doa, Pnt Korto: Sempat Singgung Soal LGBT, Trafficking dan Narkoba yang lagi Marak



Bagikan Berita ini!

image

Caption Foto: Komisi Pelayanan Pemuda Sinode GMIM usai kegiatan di GMIM Tesalonika Buyungon

LIDIK.Net, Amurang – GMIM Tesalonika Buyungon, Wilayah Amurang Dua menjadi dipercayakan menjadi tuan rumah dan nyonya pada iven Festival Doa se-Rayon Minsel 1, Jumat (14/5) pekan kemarin. Pelaksanaan oleh Komisi Pemuda Sinode GMIM Bidang Doa dan Pastoral.

Pnt Fecky Korto menjelaskan, bahwa Festival Doa yang dilaksanakan di GMIM Tesalonika Buyungon hanya dikhususnya kepada rayon Minsel 1. ‘’Kegiatan diatas lebih banyak berdoa untuk menopang pergumulan dan permasalahan pemuda. Menariknya,  dalam kegiatan tersebut disinggung masalah lingkup keluarga pemuda. Didalamnya, keluarga hangat tentang LGBT, trafficking dan narkoba digital,’’ujar Korto.

Selain itu, masalah bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Minsel secara khusus dan Sulawesi Utara umumnya. Anak-anak muda yang kreatif dan aktif dalam komunitasnya ketimbang dengan gereja.
‘’Ingat, jangan membawa pesan sampai kepada pemuda GMIM hanya untuk menjadikan even organizer yang hebat. Di kemudian hari, saling menopang dalam doa untuk pemulihan generasi muda sebagai tulang punggung bangsa dan gereja,’’jelasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi Pelayanan Pemuda GMIM Tesalonika Butungon Pnt Inen JS Zefanya Diman mengatakan, bangga bahwa peran aktif pemuda Buyungon khususnya bisa berpartisipasi dengan kegiatan diatas. ‘’Bangga memang, tetapi menjadi tanda Tanya bahwa kasus LGBT, trafficking dan narkoba masih ada disini. Bahkan, khusus LGBT masih banyak di Buyungon. Oleh sebab itu, kita sedang mencari solusi guna menanggulangi hal-hal diatas. Kata Diman, tentunya kita warga gereja dipanggil untuk membantu mencari solusi agar masalah diatas hilang dengan sendirinya,’’ungkap Diman. (andries)