Investor Belanda Siap Bangun Bioenergy/Biogas di Minsel, Bupati Tetty: Ini Salah Satu Konsep Penanganan Sampah di Minsel

Bagikan Berita ini!

image

LIDIK.Net, Amurang – Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH belum lama ini menerima kunjungan investor dari Belanda. Kedangan investor Belanda untuk membangun Bioenergy/Biogas di Kabupaten Minsel. Dimana, investor Belanda melihat sampah di Minsel, khussunya penggunaan sampah dan kotoran ternak sangat rentan banyak.

Bupati Tetty kepada sejumlah media belum lama mengatakan, penanganan sampah menjadi suatu tantangan di Minsel. ‘’Dari tantangan ini munculah berbagai alternatif solusi penanganan sampah. Salah satu konsep penanganan yang banyak di adopsi di negara maju adalah waste-to-energy (WTE). Cara pikir ini melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik,’’ujarnya.
Olehnya, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Christiany Eugenia Paruntu, SE dan Wakil Bupati Franky Donny Wongkar, SH ingin menjawab tantangan tersebut dengan mendatangkan investor berasal dari Belanda untuk mengolah sampah di Minsel.

unnamed-3
‘’Sampah organik (termasuk didalamnya sisa makanan) akan dikonversi menjadi listrik. Hal diatas menggunakan teknologi konversi sampah menjadi gas methan (combustible gas). Lalu menjadi listrik yang disebut dengan biogas,’’katanya.

Ditambahkannya, ada tiga fungsi dari hal diatas. Pertama, memperoleh Bioenergy/Biogas dari kotoran ternak yang biasanya hanya dibuang sembarangan. Itu adalah hal yang hebat. Dulunya disebut limbah, sekarang menjadi energi yang digunakan gratis oleh masyrakat sekitar.

Kedua, bak sampah manfaatnya bisa mengurangi timbunan sampah. Dan juga bisa mengedukasi masyarakat mengenai cara memilah dan manfaat menabung di bank sampah. Yakni mendapat uang dari hasil tabungan sampah tersebut.

images-3
Ketiga, sekolah Adiwiyata berkaitan dengan bagaimana kita menanamkan perilaku peserta didik sejak usia bangku sekolah. Untuk bisa memiliki sikap yang berbudaya lingkungan yaitu penerapan konsep 3R (reuse = menggunakan kembali sampah menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual. Reduce = mengurangi sampah, dan recycle = mendaur sampah kembali).

Baca juga:   Golkar Minsel Lolos Verifikasi Faktual

unnamed-2
Dikesempatan terpisah, tokoh pemuda Minsel Tertius Ulaan, ST MT mengatakan, penanganan sampah menjadi suatu tantangan bagi kita rakyat Minsel. ‘’Sebagai GM Minsel, rencana diatas sangat didukungnya. Namun demikian, apakah warga Minsel juga mendukung langkah kreatif bupati Tetty Paruntu dan wakil bupati Franky Wongkar,’’tanya Ulaan, namun saya percaya hal diatas akan memberikan sumbangsi yang brilliant setelah investor Belanda mulai action. (andries)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3022 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini