Jaksa Agung Soroti Putusan Rehabilitasi Para Pengguna Narkoba

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – JAKARTA – M PRASETYO  selaku Jaksa Agung menyoroti mudahnya artis yang terlibat nakorba direhabilitasi. Prasetyo meminta Tim Assesment harus objektif dan proporsipnal, dalam melaksanakan tugasnya.
“Kalau, dia pengguna ya pengguna. Kalau dia pengedar ya pengedar, ” kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jumat (20/4/2018).

Jaksa Agung ini mempersoalkan banyaknya artis yang terlibat narkoba, tapi hanya direhabilitasi. Berbanding terbalik dengan anggota masyarakat lain dalam kasus yang sama.

Menurut Prasetyo, kebijakan untuk merehabilitir pengguna narkoba, didasarkan kepada pemikiran yang dipenjarakan akan sembuh usai menjalani masa pidananya. Malah mungkin akan menjadi pengedar.

“Nah, disitulah perlunya pertimbangan tim assesment yang sangat penting,” ucapnya seraya berpesan tim assesmemt melaksanakan tugas dengan objektif dan proporsonal.

Tentang adanya dugaan artis yang langsung direhabilitir oleh BNN tanpa melalui tim assesment? “Ya tanyakan disana dong. Jangan tanyakan ke saya. Tanya disana, ” sarannya kepada wartawan.

OVER KAPASITAS

Isu soal mudahnya kebijakan merehabilitir artis daripada warga biasa sempat mengemuka dalam rapat kerja Komisi III dengan Jaksa Agung dan Menkumham, dalam waktu terpisah.
Para Wakil Rakyat berharap kebijakan itu dilakukan transparan agar masyarakat mengetahui ukurannya.

Menkumham Yasonna H. Laoly , sebaliknya mengkritisi banyaknya tahanan narkoba yang dipenjarakan sehingga kapasitas hunian Rutan dan Lapas penuh sesak mencapai 200 persen dan sampai 300 persen.

“Seperti saya berkunjung ke Kalsel, kemarin. Over kapasitas mencapai 300 persen. Suasanya seperti di neraka, ” katanya, di Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (19/4). (ahi/b/poskota)

Baca juga:   Gerak cepat Tim Buser Polres Minsel AmankanPasutri Elusan Pelaku Cabul
About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3016 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini