Kapal Pemuat 2500 Bal Cabo Ditangkap Di Desa Pangi



Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – Lolak – Petugas Cukai dan Kepabeanan Provinsi Sulut dalam melakukan penangkapan sebuah kapal mesin tanpa nama di Pelabuhan alam Desa Pangi Kecamatan Sangtombolang, Rabu (3/1/2018) dengan meminta back up polres bolmong.

Tim Maleo yang dipimpin Ipda Wayan Budha saat mendapat informasi langsung menuju lokasi kapal akan sandar. Dibantu Aparat Poksek Sangtombolang dan Petugas Bea cukai, Tim Maleo melakukan penggeledahan di kapal tersebut.

Pemeriksaan polisi menemukan kapal kayu dua dek tersebut mengangkut 2.500 bantalan pakaian bekas (ballpres) dengan bobot kurang lebih 100 ton.

Pakaian bekas alais cabo tersebut diduga didatangkan dari Malaysia, masuk melalui Tarakan Kalimantan untuk dipasok ke wilayah Sulut.

Sayangnya saat penggerebekan, Nakhoda Kapal beserta ABK sudah menghilang dengan membawa automat mesin kapal sehingga barang bukti kapal tak dapat dibawa ke Kantor Bea Cukai Manado untuk proses lebih lanjut.

Keterangan salah satu petugas cukai, saat ditemukan kapal tersebut sedang melakukan embarkasi, dimana telah disiapkan 7 buah mobil truk siap mengangkut pakaian bekas tersebut.

Dari hasil penyelidikan Tim Maleo dan aparat Polsek, diperoleh informasi barang-barang tersebut milik lelaki Azis. Namun informasi lengkap tentang identitas lelaki Aziz masih dalam upaya penyelidikan petugas.

Kapolres Bolmong AKBP Gani F Siahaan SIK MH dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut.

“Ya benar ada Kapal yang bersandar di pelabuhan alam Desa Pangi. Saya sudah menurunkan Tim ke TKP untuk membantu Petugas Bea Cukai disana,” terang AKBP Gani.

Disinggung tentang identitas kapal yang ditangkap, lanjut Kapolres AKBP Gani, kapal tersebut tanpa nama, namun sebuah pelampung kapal ditemukan identitas bertuliskan “Rosalina 01”.

Baca juga:   JR Tindi : Stop mem'bully' SWM, Nanti Saya Gaplok

Seperti diketahui, penyelundupan ballpres ini mengganggu perekonomian serta merugikan negara. Para pelaku dapat dijerat UU no 17 tahun 2006 pasal 102 huruf (a), tentang perubahan atas UU No 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Atas penangkapan tersebut para aktifis dan lsm harus melakukan pengawasan sebab hal ini berpotensi delapan enam. Bukan baru kali ini kasus pakaian bekas ini di tangkap oleh petugas namun prosesnya selalu tidak jelas. Lihat saja di beberpaa tempat di kota manado masih ada yang jualan pakaian bekas alias cabo, padahal sudah jelas jelas itu dilarang tapi bisa jualan terus dan aman aman saja berarti patut di sinyalir adanya kong kalingkong antara pengusaha itu dengan oknum oknum petugas.  ( red )

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2998 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini