Kapolres Talaud Dianggap Tidak Profesional, Warga Surati Kapolda Sulut



Bagikan Berita ini!

LIDIK Manado РTerkait tindak penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Polres Talaud bernama Bripka Tara Madaun tahun 2013 silam  terhadap seorang wanita yang bernama Satria Sumampow, istri dari ABK kapal Barcelona An Kudus Siwa hingga saat ini belum selesai.

Kudus selaku suami dari korban yang dianiaya oleh Bripka Tara Madaun mengatakan bahwa dirinya sudah bolak balik menghadap Kapolres namun hanya dijawab iya saja tapi pada realisasinya tidak ada dan bahkan saat ini anggota tersebut di promosikan menjadi anggota tim Manguni Polda Sulut.

Kami sudah lelah menuntut keadilan ini kepada Kasi Propam Polres Talaud bahkan kepada Kapolres Talaud AKBP Hendra Sukaca. Hanya rugi waktu saja sebab tidak ada tindak lanjut dari mereka. Oleh karena itu kami mengambil langkah untuk menyurati bapak Kapolda Sulut demi rasa keadilan, imbuh Kudus.

Berikut kutipan surat suami korban kepada Kapolda Sulut.

 

Kepada yth Kapolda Sulut
Di
Tempat.

Syalom Salam Sejahtera bagi kita semua

Pertama tama saya menyampaikan permohonan maaf kepada bapak Kapolda atas kelancangan saya membuat surat ini.

Sebelum masuk pada pokok permasalahan yang akan saya sampaikan kepada bapak kapolda saya terlebih dahulu memperkenalkan diri saya :

Nama : Mohamad Kudus Siwa
Umur : 48 tahun
Alamat : Airmadidi Atas Kec Airmadidi Kab Minut
Pekerjaan : ABK kapal Barcelona.

Adapun permasalahan yang ingin sampaikan kepada pak Kapolda yakni sehubungan dengan permasalahan istri saya yang bernama Satria Sumampouw yang dianiaya oleh oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Talaud an. BRIPKA TARA MAGDAUN sejak tahun 2013 silam belum juga selesai.

Saya selaku suami dari korban merasa kecewa dengan kinerja Kapolres Talaud yang tidak konsisten dalam menjalankan peraturan internal terhadap anggota Polri yang melakukan perbuatan pidana. Sebab hingga tahun 2017 ini oknum anggota kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap istri saya tidak dilakukan sidang kode etik setelah mendapat putusan sidang pidana atas perbuatannya.

Saya sangat berharap pak Kapolda sulut dapat memberikan rasa keadilan terhadap kami selaku masyarakat.

Maaf beribu ribu maaf saya sampaikan kepada pak Kapolda dengan berlarut larutnya permasalahan kami ini di selesaikan maka kami mencurigai atau menduga bahwa ada permainan antara anggota tersebut dengan Kasipropam Polres Talaud sehingga yang bersangkutan tidak dilakukan sidang kode etik profesi Polri.

Secara jujur saya sampaikan bahwa saya sangat bangga dengan institusi kepolisian namun dengan berlarut larutnya permasalaham kami ini maka kami merasa Polri dalam hal ini Kapolres Talaud tidak dapat memberikan rasa keadilan kepada kami selaku masyarakat biasa sehingga ini akan berdampak menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Polisi jangan hanya meminta masyarakat untuk patuh hukum sedangkan mereka sendiri tidak menjalankan itu. Terima kasih.

Terpisah AKBP Hendra Sukaca selaku Kapolres Talaud ketika di konfirmasi membantah tudingan warga bahwa Kapolres tak profesional dalam menindak anggotanya yang melakukan perbuatan pidana.

kapolres malah mempertanyakan tudingannya apa, tidak profesionalnya dimana kejadiannya dimana, kata Kapolres melalui aplikasi whatsaap saat di konfirmasi redaksi Lidik.net.