Kasat Rekrim Akp Aswar Nur Terkesan Pilih kasih dalam Proses Hukum PETI

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – KOTAMOBAGU – Peristiwa tewasnya 5 orang penambang di Desa Tanoyan diseriusi oleh pihak Kepolisian Resor Kotamobagu,Hal ini ditegaskan oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kotamobagu, AKP M. Aswar Nur SIK, seperti yang dilansir Atensi.co, Selasa (12/02/2019).

“Penangananya tetap berjalan dan saat ini kami sedang bekerja,” kata Aswar.

Sebagai informasi, lima penambang, yakni Rojak, Riki, Edong, Andol dan Ikong, warga Desa Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolmomg, ditemukan tewas di lokasi pertambangan emas tanpa ijin, di Desa Tanoyan Selatan, Senin (24/12/2018), 14.00 Wita.

Informasi didapat, kelima korban diduga tewas karean menghirup zat kimia, di lokasi tambang emas, Lingkobungon Tanoyan Selatan. Para korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman 30 meter.

Sementara itu aktifis Alfrets Inkiriwang angkat bicara atas kasus itu, menurut alfrets kasat reskrim polres kotamobagu tidak profesional dan terkesan pilih kasih, seharusnya jangan hanya kasus lima korban di tanotan yang di lanjutkan proses hukumnya juga yang korban di peti blok bakan yang diduga kuat melibatkan bos besar tambang ilegal berinisial mr T.

jika prosesnya pilih kasih seperti ini kami menduga kasat reskrim Aswar Nur main mata dan hanya berani pada orang kecil sedangkan pada bos peti yang memiliki modal ia tidak berani. ” harus adil dong agar masyarakat bisa merasakan rasa keadilan itu, proses juga yang korban tewas di blok bakan bukan hanya yang di tanoyan itu. Pungkas ketua divisi investigasi Advokasi rakyat untuk Nusantara. (red)

Baca juga:   Menindaklanjuti Acount Bodong Di Medsos Yastie Sopredjo Datangi Kantor Tindak Pidana Syber Mabes Polri
About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3115 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini