Kejati Sulut Didesak Segera Undang Ahli IT Buktikan Rekaman Pembicaraan VAP & Kontraktor



Bagikan Berita ini!

Manado – LIDIK. NET – Pasca beredarnya sebuah rekaman yang diduga pembicaraan antara Bupati Minut Vonny Panambunan dan salah satu tersangka kasus pemecah ombak Likupang Timur RM. Kali ini beredar lagi sebuah rekaman pembicaraan antara keduanya.

Dalam rekaman tersebut Sura perempuan yang diduga Vonny Panambunan mengatakan bahwa pihaknya tidak takut karena semua kontrak terkait pekerjaan tersebut di tandatangani oleh RM.

“Ngana kan yang tanda tangan,samua orang tau kan ngana yang tanda tangan ngana yang kerja,”kata suara wanita dalam rekaman tersebut yang diduga Vonny Panambunan.

Dalam rekaman tersebut suara pria yang diduga RM langsung menampik dan Mengatakan jika draft dan isi surat itu sudah ada dan dirinya di paksa menanda tangani.

“Noh tanda tangan itu kan kurang ibu da paksa, bukan kita pemau kita. ngoni samua yang tulis depe tanda tangan itu….kita kan kurang da batanda tangan….. (Tanda tangan itu Ibu (Vonny Panambunan) bukan mau saya (RM)….kalian semua yang tulis itu tanda tangan, saya tinggal tanda tangan….,”ujar RM.

Terkait rekaman tersebut Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, M. Roskanaedi memastikan bahwa rekaman bukti dugaan keterlibatan Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dalam kasus korupsi pembangunan tanggul pemecah ombak desa Likupang Minut sudah ada ditangannya.

Meski begitu ia mengatakan masih butuh pendapat para ahli untuk memastikan bahwa suara dalam video tersebut benar- benar VAP atau bukan.

“Tim penyidik sedang mengumpulkan bukti yang kuat sesuai hukum, salah satunya meminta pendapat ahli terkait rekaman tersebut

Roskanaedi juga memastikan bahwa pihaknya masih terus mengusut kasus ini.

“Kan sudah ada empat tersangka, itu tandanya kami serius menangani kasus ini, tapi semuanya harus sesuai prosedur,” bebernya.

Baca juga:   Wagub Steven Kandouw Dukung RUU Kepulauan Yang Digagas Benny Rhamdani

Diketahui dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di Kejati Sulut sejak tahun 2016.

Kasus ini dilaporkan oleh salah satu LSM yang menemukan keganjalan bahwa proyek berbandrol Rp 15 Miliar tersebut, tidak melaui proses tender melainkan penunjukkan langsung.

Kejati Sulut kemudian menyeret tiga terdakwa ke meja hijau yakni Rosa Tidajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK.

Tak lama kemudian, Kejati Sulut juga menetapkan satu tersangka baru, yakni Direktur BNPB inisial JT alias Junjungan.
(***)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2998 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini