Kombes Pol Rio Permana & VAP Mangkir Lagi, Jaksa Minta Hakim Keluarkan Penetapan Upaya Paksa

Bagikan Berita ini!

Lidik.Net Manado – Lagi-lagi orang nomor satu di Minahasa Utara (Minut) yakni Bupati Vonny Aneke Panambunan (VAP) bersama mantan Kapolresta Manado Rio Permana Mandagi tidak menghadiri persidangan kasus korupsi pemecah ombak yang terjadi di Desa Likupang Dua Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (minut), dengan berkas terdakwa JT alias Tambunan, yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado. Senin (17/9) siang tadi.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Vincentius Banar, serta jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sulut Bobby Ruswin, dkk, kembali bupati Minut VAP dan Rio Permana tidak hadiri persidangan.

“Kami sudah masukkan surat panggilan paksa untuk lima orang saksi, diantaranya Bupati VAP dan Rio Mandagi. Namun menurut majelis hakim, mereka masih akan musyawarah dan akan diberitahukan pada persidangan berikutnya yakni pada hari Rabu (19/9),” ujar Bobby.

Dalam perkara ini, diketahui kalau terdakwa Tambunan selaku eks Direktur Tanggap Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah didakwa bersalah JPU pada persidangan, Kamis (28/6) lalu.
Dimana, JPU menuding terdakwa turut terlibat atas serangkaian tindak pidana korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp8,8 miliar lebih. Dalam dakwaanya, JPU menyebutkan kalau perbuatan tersebut dilakukan terdakwa pada tahun 2016, bersama sejumlah oknum-oknum lainnya.

Selain itu, diuraikan pula bagaimana peran terdakwa dalam perkara ini. “Terdakwa Tambunan selaku Direktur Tanggap Darurat di BNPB tidak melaksanakan kajian yang benar terhadap usulan permohonan Dana Siap Pakai oleh Pemkab Minut, dengan tetap menyetujui usulan lokasi, yang tidak sesuai dengan syarat administrasi yang diajukan. Sehingga tidak sesuai dengan tujuan penggunaan Dana Siap Pakai, sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Kepala BNPB No 6A Tahun 2011,” ulas JPU.

Baca juga:   RAUP 14 Milliar,Tipu calon PNS, MENGAKU PONAKAN MENTERI

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, terdakwa Tambunan ikut dijerat pidana dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. (Iin)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3121 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini