Komisi III Deprov Sulut Diisukan Terima 100 Juta Dari PT. CONCH, Liputo & Felly Geram

Bagikan Berita ini!

Bolmong – LIDIK – Pasca dilakukannya kunjungan kerja ke PT.Conch North Sulawesi Cement di Desa Solog Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) beberapa waktu lalu, dan belum lama ini dilanjutkan hearing atau rapat dengar pendapat dengan Komisi III Deprov Sulut. Tak pelak, Komisi III bidang Infrastruktur tersebut diisukan kabar tak sedap. Diduga, komisi ini sudah main mata dengan perusahaan tambang tersebut berupa terima hadiah sejumlah Rp.100 juta per personilnya. Hal ini tentu saja dibantah keras oleh para personil komisi III Deprov Sulut tersebut.

Dikatakan Felly Runtuwene salah satu anggota komisi III, dirinya memang ikut kunjungan ke PT.Conch North Sulawesi Cement, tapi tidak benar bila menerima uang sebesar angka yang diisukan tersebut.

“Nggak ada, mereka kasih makan aja,” ujar Legislator dapil Minsel-Mitra ini kepada sejumlah wartawan saat dikonfirmasi lewat ponsel, Jumat (24/3).

Namun demikian saat ditanyakan apakah dirinya sudah mendengar isu tersebut dijawabnya lugas. “Kabar masuk angin ibu juga sudah dengar, tapi ibu tidak mau banyak berkomentar terkait kabar masuk angin itu, karena kita juga belum tahu kebenarannya seperti apa. Misalkan ada oknum-oknum di dalam masuk angin, tapi tidak bisa bilang semuanya, masa hal-hal besar harus ditukar, istilahnya dikasih gula-gula iya saja. Tidak harus begitu, anggota DPR tidak bisa begitu,” tegas Runtuwene.

Senada pun dikatakan Judy Moniaga yang juga anggota Komisi III. Dirinya membantah isu tersebut. “Tidak benar, tidak ada yang terima hadiah,” tegas Moniaga lewat ponsel dihari yang sama.

Sedangkan Amir Liputo (Wakil Ketua Komisi III) saat dihubungi Minggu (25/3) juga menepis isu itu. Dikatakan Liputo, tidak ada maksud lain atas kunjungan Komisi III ke perusahaan semen tersebut, selain ingin melihat kondisi sudah berapa persen pembangunannya. “Ternyata sudah sekitar 70 persen, hampir rampung,” ujar dia.

Baca juga:   Bolmong terancam tidak terima DAK 2017

Ditambahkan pula oleh dia, hingga kini atas informasi dari pihak perusahaan belum bisa beroperasi karena terkendala ijin WIUP dan IUP.

Lanjut Liputo, Komisi III hanya ingin persoalan ini cepat selesai dan segera beroperasi dengan alasan memberikan keuntungan bagi daerah Nyiur Melambai ini.

“Kami hanya ingin perusahaan ini cepat beroprasi dengan alasan, menampung tenaga kerja lokal, menyediakan listrik 60 Megawatt, investasi juga menyediakan semen harga murah. Tidak ada maksud lain. Hanya saja, harus sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang undangan yang berlaku. Komisi III juga mengimbau agar instansi terkait segera memproses ijin PT Chonch sesuai perundang undangan dan peraturan yang berlaku. Jadi, tidak benar bila komisi III terima uang 100 juta per anggota dari PT.Chonch,” tandas Liputo

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3022 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini