Korupsi Pemecah Ombak Minsel, Kajari Ditantang Bongkar Siapa Big Bos Dari Direktur PT. BMP Yang Di Tahan

Bagikan Berita ini!

MINSEL, LIDIK. NET – Usai menahan Oknum Direktur BMP selaku Kontraktor pelaksana pada proyek Pemecah Ombak pada bebarapa hari yang lalu kini Kejaksaan Amurang kembali menahan Dua tersangka lainnya, yakni HK Alias Alo dan SP alias Steven.

Kedua Terangka ini ditahan Kajari Amuramg setelah dua bulan ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Ranoiapo Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan.

Gara-gara ulah mwreka, diduga negara mengalami merugikan Rp 1,6, dari total anggaran 5 M.
Tak pelak, Rabu 30 Mei 2018 akhirnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Minsel, HK alias Alo dan SP Alias Steven (ASN), akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Amurang, tepatnya pukul 14.30 wita.

Setelah dipanggil akhirnya kedua tersangka ini, langsung ditahan oleh Kejari Amurang.

Menurut Kepala kejaksaan Amurang Lombok Sidabutar SH,MH untuk Pemeriksaan Lanjutan, setelah selesai di periksa ke dua Tersangka ini langsung di giring ke Rumah tahanan (Rutan). “Tersangka HK alias Alo di bawah ke Rutan Tondano, dan SP alias Steven di rutan Manado, dan CEW alias Chrits di yang sudah lebih dulu ditahan di Rumah Tahanan Amurang, untuk tersangka semuanya di tahan secara terpisah,” urai sumber resmi dari Kejari Amurang.

Langkah tegas kajari amurang ini sangat di aoresiasi oleh aktifis anti korupsi di minahasa selatan. Tomy pantow mengatakan bahwa selama ini oknum oknum yang ada di pemkab minsel merasa minsel bersih dari korupsi tapi hari ini kajari membuktikan bahwa statmen itu bohong buktinya dua oknum ASN ditangkap oleh tim kejari minsel karena diduga kuat terlibat korupsi. ” saya selaku ketua ormas LMI minsel menyampaikan terimakasih kepada kajari dan berjanji akan mensuport kerja kajari dalam hal memberantas korupsi di kota dodol ini.” tomy juga menhhimbau kepada pak kajari agar kasus ini terus di kembangkan, saya yakin direktur PT. BMP itu hanya di gaji oleh pemilik perusahaan sebenarnya. Pasti ada bigbosnya di balik ini semua, aliran dana hasil tindak pidana korupsi dari proyek pemecah ombak di ranoyapo ini diduga kuat menglir ke bigbisnya bukan pada Christian wenas Selaku Direktur. saya yakin itu” ungkap tomy.

Baca juga:   Seorang Pria dan 3 Wanita Sedang Pesta Sex Di Hotel Digrebek Polisi

Demi membuat efek jera pada tikus tikus kantor yang suka menggerogotinuang rakyat ini disarankan penyidik kejari minsel menerapkan uu pencucian uang kepada masing masing mereka yang terlibat termasuk membuka siapa di balik direktur PT. BMP yang sudah di tahan ini. Disinyalir bigbosnya itu sering memonopoli proyek proyek besar di sulawesi utara ini. ” saya percaya pak kajari minsel mampu mengungkap siapa otak intelektual dari tindsk oidana korupsi pada proyek pemecah ombak di desa ranoyapo minahasa selatan ini. (anto mochtar)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini