KORUPSI PEMECAH OMBAK MINUT, SETELAH TAHAN DIRJEN BNPB -JT, BAKAL ADA TERSANGKA LAIN MENYUSUL



Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Meski baru saja menahan Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berinisial JT alias Junjungan dalam kasus proyek pemecah ombak Likupang Minahasa Utara (Minut), namun Kejati Sulut mengindikasikan bahwa Junjungan bukan tersangka terakhir. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat akan ada tersangka baru lainya.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulut, Yoni E. Mallaka ketika ditemui sejumlah awak media, Senin (14/5/2018) di kantor Kejati Sulut.

“Sampai saat ini kami terus melakukan pemeriksaan dan jika ada bukti baru, maka tidak menutup kemungkinan adapula tersangka barunya,” ujar Yoni.

Ia menegaskan Kejati Sulut sangat serius menangani kasus ini. “Tapi memang jika menetapkan tersangka harus hati hati dan butuh kecermatan sesuai dengan alat bukti yang cukup. Kita lihat saja perkembangan penyelidikkan seperti apa,” saar ini kami telah menahan salah satu direktur jenderal di BNPB berinisial JT dan sudah di titip di rutan Malendeng. tegasnya.

Diketahui sidang dugaan korupsi pemecah ombak desa Likupang Minahasa Utara ini bergulir di pengadilan Tipikor manado beberapa kali nama Bupati Minut Vonie Anneke Panmbunan dan Mantan Kapolresta Manado Kombes Pol Rio Permana di sebut oleh saksi saksi maupun terdakwa.

Bahkan dalam surat dakwaan ketiga terdakwa yakni Rosa Tindajoh mantan kepala BPBD Minut, Robby Moukar selaku kontraktor, dan Steven Solang selaku PPK. Tercantum nama vap dan RP serta peranya masing masing.

Untuk diketahui juga bahwa Kombes Pol Rio Permana Sudah Tiga kali dipanggil untuk dihadirkan dalam sidang tidak juga datang, beneraa saksi kunci lainya juga tidak memenuhi panggilan bahkan terinformasi beberapa orang yang dianggap menjadi saksi kunci dalam kasus korupsi ini sudah tidak berada di minut lagi, ada indikasi mereka di larikan ke jakarta oleh oknum tertentu guna menghindari panggilan untuk bersaksi di sidang pengadilan.

(red )