KPK Blokir Rekening Tersangka Korupsi Ektp Setya Novanto

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi sudah memblokir rekening milik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Setya Novanto, istrinya Deisti Astriani Tagor serta dua anaknya Rheza Herwindo dan Dwina Michaella, dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Hal tersebut disampaikan oleh kuasa hukum Setnov, Fredrich Yunadi. Menurut Fredrich, pemblokiran rekening Setnov dan keluarganya dilakukan oleh penyidik KPK sejak 2016 lalu.

“Itu sudah lama semuanya diblokir. Kalau tanya alasannya apa ya tanya ke mereka (KPK). Kalau bilang penyidikan, buktinya kenapa tahun 2016 sudah diblokir,” kata Fredrich saat dikonfirmasi, Selasa (28/11).

Sampai saat ini, Fredrich mengaku tidak mengetahui alasan KPK memblokir rekening milik keluarga kliennya. Pasalnya, istri dan dua anak Novanto serta keponakannya yang bernama Irvanti Hendra Pambudi turut diblokir KPK.

Untuk itu, Fredrich meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada lembaga naungan Agus Rahardjo yang melakukan pemblokiran tersebut. Bahkan, bersedia menunjukkan bukti pemblokiran jika KPK mengelak.

“Tanya saja sama mereka (KPK) biar mereka jawab. Kalau mereka tidak mengakui nanti saya kasih bukti,” imbuhnya.

Namun, lanjut Fredrich, kliennya tidak melakukan gugatan atas pemblokiran ini karena akan sia-sia. Dia menyebut, KPK tidak akan bersedia membuka pemblokiran rekening Novanto sampai pengusutan proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun itu selesai.

“Enggak pernah. Karena dia tahu akan sia-sia, buang waktu, buat apa. Terserah suka-suka dia (KPK),” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah enggan membeberkan mengenai pemblokiran rekening milik tersangka e-KTP dan keluarganya. Menurut dia, pemblokiran ataupun penyitaan merupakan wewenang dari penyidik sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Baca juga:   Rapat Pleno Partai Golkar Pusat Hasilkan Plt Gantikan Setnov

“Pemblokiran ataupun penyitaan dan lain-lain merupakan kewenangan penyidik sesuai hukum acara,” ungkap Febri saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Diketahui, Novanto merupakan satu dari lima tersangka yang sudah ditetapkan KPK untuk kasus yang ditaksir merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun. Novanto sudah dua kali ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus yang sama.

Sebelumnya, Novanto menanggalkan status tersangkanya saat memenangkan Praperadilan yang diketuai hakim tunggal Cepi Iskandar. Namun KPK menetapkannya sebagai tersangka kembali berdasarkan surat perintah penyidikan tertanggal 31 Oktober 2017.

Sedangkan, dalam penyidikan kasus e-KTP yang sedang berjalan, baru Deisti dan Irvan yang sudah diperiksa penyidik KPK, sementara Rheza dan Dwina mangkir saat dipanggil penyidik lembaga antirasuah sebagai saksi dari tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudiharjo.

Deisti dan Rheza diketahui memiliki saham di PT Mondialindo Graha Perdana sebesar 80 persen. PT Mondialindo sendiri menguasai saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu konsorsium peserta tender proyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun.
(Erlangga)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3027 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini