Menu MENU
Home » Gakum » Kubu Setnov Pertanyakan Kenapa Nama Olly Dondokambey, Ganjar & Yasona Hilang. Kami Akan Beberkan Bukti Baru

Kubu Setnov Pertanyakan Kenapa Nama Olly Dondokambey, Ganjar & Yasona Hilang. Kami Akan Beberkan Bukti Baru

(439 Views) December 16, 2017 12:10 pm | Published by | No comment

LIDIK.NET – JAKARTA – Perkembangan kasus korupsi e-ktp mrmasuki babak baru, Pengacara Setya Novanto, Maqdir Ismail mengungkapkan akan mengulas lebih jauh mengenai nama-nama politikus yang hilang dalam dakwaan jaksa ke dalam surat keberatan atau eksepsi pihak terdakwa. Terutama nama Ganjar Pranowo yang kala proyek e-KTP tahun 2011-2012 bergulir menjabat pimpinan komisi II, kemudian Yasonna Laoly dan Olly Dondokambey.

Maqdir mempertanyakan ketiga nama tersebut yang seakan sengaja di hilangkanpada dakwaan jaksa, padahal nama ganjar Yasona dan Olly Dondokambey dulunya masuk pada surat dakwaan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan PPK e-KTP Sugiharto.

” pengacara setya Novanto akan membeberkan fakta fakta yang baru ” ya, Tentu kami akan buat perbandingan fakta dalam surat dakwaan. Kami berusaha menunjukkan fakta yang hilang dan fakta yang baru, padahal mereka didakwa bersama-sama?” Tegas maqdir.

Maqdir Ismail selaku pengacara mantan ketua umum Golkar Setya Novanto menaruh curiga kepada lemvaga amto rasuah, ia menyatakan bahwa kecurigaannya sangat tinggi adanya main mata KPK dengan beberapa politikus partai penguasa Ganjar, Yasona dan OllY Dondokambey.

Maqdir menjelaskan bahwa Ganjar Pranowo, Bendum PDIP Olly Dondokambey dan Menkumham Yasonna Laoly dalam surat dakwaan maupun keterangan saksi-saksi di dalam persidangan terdakwa e-KTP lainnya, disebut ikut menerima uang e-KTP ini merupakan fakta persidangan maka kami akan membeberkan fakta fakta baru dan juga fakta fakta yang hilang.

“Itulah makanya saya katakan tadi kenapa kok tiba-tiba di perkara ini namanya hilang. Namanya Pak Ganjar yang menerima uang hilang. Bukan hanya Pak Ganjar, Yasona Laoly hilang, Olly Dondokambey hilang. Apa yang terjadi, negosiasi apa yang dilakukan oleh KPK?” kata Maqdir usai dampingi Novanto jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu, 13 Desember 2017.

Maqdir enggan berspekulasi soal nama-nama itu hilang karena berasal dari partai penguasa saat ini. Hanya saja dirinya memastikan dalam proses persidangan nanti, itu akan didalami pihaknya kepada sejumlah saksi-saksi.

“Saya tidak melihat partai, tetapi saya melihat personal orang yang di dalam dakwaan yang lain di sebut terima uang, tiba-tiba di sini raib (hilang), ada apa itu. Ini yang kami persoalkan. Tentu, tentu itu (kami dalami nanti),” kata Maqdir.

Diketahui, pada surat dakwaan mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen Proyek e-KTP Sugiharto, Olly selaku Wakil Ketua Banggar DPR RI saat proyek e-KTP bergulir disebutkan menerima uang korupsi e-KTP senilai USD1,2 juta, Ganjar senilai USD520 ribu, dan Yasonna sebesar USD84 ribu.

Namun dalam dakwaan Setya Novanto, ketiga nama itu, serta sejumlah politikus lainnya, hanya disebut jaksa KPK, “beberapa anggota DPR RI periode 2009-2014 sejumlah USD12.856.000 dan Rp44 miliar.”

Untuk kasus korupsi e-KTP ini seluruh rakyat Indonesia mempercayai KPK sebagai Lembaga penegakan korupsi terbersih milik rakyat. Untuk itu rakyat berharap tidak ada tebang pilih dalam proses penyidikan kasus korupsi e-ktp. Kami tidak anti partai PDI Perjuangan tapi kami Anti orang orang korup sebagaimana yang terungkap dalam persidangan saat pembacaan surat dakwaan iman dan Sugiharto Ganjar Yasona dan Olly Dondokambey menerima uang hasil Korupsi E-KTP ini.

( Rajaya Popal

Tidak ada komentar untuk Kubu Setnov Pertanyakan Kenapa Nama Olly Dondokambey, Ganjar & Yasona Hilang. Kami Akan Beberkan Bukti Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *