Lagi, Trafficking Kembali Terjadi di Minsel, 2 Perempuan Cantik Asal Tenga dan Sinonsayang Dikirim ke Timika



Bagikan Berita ini!

image

Catatan: Foto Karel H Lakoy

LIDIK.Net, Amurang – Trafficking atau perdagangan perempuan ternyata masih marak di Minahasa Selatan. Menariknya, belum lama berselang dilaporkan 2 perempuan asal Kecamatan Tenga dan Sinonsayang menjadi korban Mami Tiara. Kedua korban, sebut CM dan SM ternyata sudah tiga bulan dijual di Timika Papua.
Dari informasi yang dirangkum media ini, kedua korban dilaporkan telah diperjualbelikan oleh Mami Tiara.

Namun, sebelum berada ditangan Mami Tiara, kedua perempuan cantik itu lebih dulu dijual oleh VL dari Minsel.
‘’Setelah dijual VL, Mami Tiara telah menunggu di Timika, Papua. Mami Tiara, pelaku trafficking di Timika menampung kedua perempuan CM dan SM tersebut. Menariknya, kedua korban sudah masuk keluar ke salah satu bar yang ada disana,’’ujar beberapa sumber yang minta namanya tak ditulis.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Selatan, Karel H Lakoy angkat suara terkait kasus trafficking asal Kecamatan Tenga dan Sinonsayang tersebut. Kata Lakoy, informasi yang diterima, rupanya sebelum berada di Timika sudah ada kesepakatan awal. Hanya saja, mereka tak bisa berbuat apa-apa manakalah mereka sudah masuk perangkap.

‘’Keinginan kedua korban untuk melarikan diri dari perangkap tersebut sangat besar. Untung saja, kedua korban CM dan SM ditolong oleh Kerukunan Turangga di Timika. Untuk jelasnya, Sekretaris Kerukunan Turangga, Ramses K Rahimis memiliki data terkait Mami Tiara termasuk foto-foto korban,’’jelas Lakoy.

Dengan demikian, ungkap Lakoy bahwa kasus ini harus ditanggapi secara serius oleh Polres Minsel. Harapannya, kasus tersebut menjadi perhatian serius Polres Minsel dan jajarannya.
‘’Lagi pula, korban adalah warga Minahasa Selatan khususnya dari Kecamatan Tenga dan Sinonsayang.

Namun, tegas KHL yang juga mantan calon bupati Minsel periode 2016-2021 itu mempertanyakan instansi teknis mana yang harus pekah dengan permasalahan social ini,’’tanyanya.
Kabar lain, kasus yang kini sementara berproses di Polres Timika. Dalam dekat ini, kedua korban akan dipulangkan lewat bantuan Kerukunan Turangga di Timika. ‘’Namun, melihat kasus trafficking atau perdagangan perempuan ternyata masih marak di Minsel, harapannya orang tua harus mengawasi anak perempuan agar jangan terlena dengan bujukan rayu orang lain untuk mendapat gaji besar,’’tegasnya. (andries).