LMI Geruduk Kejati Sulut Tuntut Ungkap Aktor Intelektual Kasus Korupsi Pemecah Ombak Likupang

Bagikan Berita ini!

Photo Ormas LMI Saat Aksi damai di Kantor Kejati Sulut Menuntut Penuntasan penyidikan kasus korupsi pemecah ombak hingga ke aktor Intelektualnya.

LIDIK.NET – Manado, Ormas Adat Laskar Manguni Indonesia (LMI) menuntut Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara mengatasi aktor intelektual kasus dugaan korupsi pemecah ombak di Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam kerangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada Sabtu, (09/12/2017) pekan lalu, LMI mendatangi kantor Kejati Sulut di jalan 17 Agustus yang diterima langsung Wakajati Sulut, M. Iqbal, Kamis (14/12/2017) siang tadi.

Kedatangan organisasi masyarakat adat (Ormas Adat) yang di pimpin langsung Tonaas Wangko LMI, Pendeta Hanny Pantouw dalam rangka memberi kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) untuk menuntaskan beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sulut.

“Kehadiran LMI untuk memberi dukungan penuh ke Kejati Sulut agar bisa menuntaskan beberapa kasus dugaan korupsi yang terjadi di Sulut,” kata Pantouw yang selamat pekik I Yayat U Santi oleh massa, Kamis (14/12/2017) siang tadi.

Pantouw merincikan beberapa dugaan kasus tindak pidana korupsi yang saat ini penyelesaiannya masih jalan di tempat. “LMI meminta kejati Sulut terhadap aktor yang sedang makan dana dugaan Korupsi Pekerjaan Penanganan darurat Pembuatan Tanggul penahan ombak di Likupang II Kabupaten Minahasa Utara tahun 2016 dengan Rp 15.299.000.000,” jelas Pantouw.

Lebih lanjut Pantouw mengatakan 3 orang tersangka yang sudah di tahan Kejati, yaitu dr RT alias Rosa sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), SHS alias Steven sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan RM alias Robby, pihak Kontraktor, belum. “Kejati Sulut harus terus mengembangkan kasus ini. Perlu di ingat, nilai kerugiannya yang di tetapkan BPKP sebesar Rp 8,8 milyar. Nilai ini sangat besar. Sangat tidak mungkin besar ini hanya di nikmati oleh 3 orang tersangka ini,” tegas Pantouw lagi.

Pantouw diduga 3 orang tersangka ini hanya korban dari kebijakan / arahan dari oknum pejabat yang memiliki posisi yang lebih tinggi dari RT dan SHS di Pemkab Minut.

Informasi yang kami terima, lanjutnya, pencairan dana yang di lakukan oleh KPA dan PPK ke pihak kontraktor tidak sesuai prosedur. “Ada perintah dari oknum pejabat tinggi di Minut segera mencairkan dana pekerjaan dan dana yang di cairkan oleh oknum kontraktor pimpinan PT Manguni Makasiouw Minahasa tidak seluruhnya di terima sesuai perjanjian kontrak. Dana itu di berikan lagi kepada seseorang yang di duga di perintah oleh pejabat tinggi di Minut,” beber Pantouw.

Baca juga:   Micler Lakat Tegaskan Masalah Perijinan Gokar dan Gojek Bukan Tanggung Jawab Pemkot Manado

Selanjutnya, LMI juga mendesak Kejati Sulut untuk membantu Kejari Talaud yang sedang mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan Mahkota Bupati Talaud, pengadaan mobil Rubicon dan pengadaan speedbooth di Kabupaten Talaud. Tuntutan LMI lainnya, mendesak Kejati Sulut membantu Kejari Kabupaten Minsel yang sedang menangani kasus dugaan korupsi Paskibraka yang saat ini sudah ada penetapan tersangka dan telah di tahan. “Kami minta pihak Kejati membantu Kejari Minsel untuk melakukan pengembangan lagi,” kata Pantauw.

LMI juga mendesak pihak Kejati Sulut untuk melakukan supervisi terkait kinerja Kejari Bitung dalam menangani kasus dugaan korupsi peralatan sawmill. “Sejak 2 tahun lalu sudah ada pelimpahan berkas dari Polres Bitung ke Kejari Bitung. Tapi hingga kini belum P21 (lengkap berkas). Mengingat Polres Bitung sudah pernah menetapkan 2 orang Tersangka dan menahannya,” ungkap Pantouw lagi seraya berpesan jangan sampai timbul kesan ada permainan pada kasus ini.

Pada kasus bantuan peralatan sawmill senilai Rp 8,4 milyar, di duga telah terjadi tindak pidana korupsi. Dimana peralatan yang di kirim hingga kini tidak bisa di gunakan.

Pantouw juga ajak, LMI siap menjadi garda terdepan bahkan siap menjadi benteng perlindungan pihak Kejati Sulut, dalam penyelesaian kasus korupsi di Sulut.
“Jika ada intervensi dan tekanan dari pihak manapun, bahkan pihak yang lagi berkuasa, LMI siap menjadi garda terdepan untuk melindungi Kejati Sulut,” kata Pantouw.

Usai orasi yang juga disampaikan Sekjen LMI, Stevanus Sumolang dan Pembina Garda Tipikor Indonesia (GTI), Berty Lumempow, massa memberikan karangan bunga sebagai simbol yang di serahkan langsung Tonaas Wangko LMI, Pdt. Hanny Pantouw ke Wakajati Sulut, M. Iqbal. (Rajaya Popal)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3021 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini