Marcel Pangaila Divonis 5 Tahun Karena Utang Piutang, Diduga Penyidik Tak Profesional



Bagikan Berita ini!

LIDIK – Kaltim – Pada bulan Januari 2016 lelaki marcel Ferdy Pangaila melakukan pinjaman uang kepada perempuan Hj Wati mahmud sebesar Rp. 7 Milyar untuk kepentingan bisini.

Perjanjian pinjam meminjam uang itu dilakukan di balikpapan di sertai dengan surat perjanjian di notaris yang di tanda tangani kedua belah pihak disaksiskan oleh pejabat kenotariatan setempat.

Setelah menerima uang pinjaman sebesar Rp. 7 Milyar itu lelaki Marcel fredy Pangaila balik ke manado untuk mengurus bisnisnya. Namun ia tetap ingat akan kewajibanya untuk menyetor utang piutangnya itu.

Pada sekitar bulan febuary, maret, april sampai dengan pada bulan juni lelaki Marcel sudah membayar sebagian utangnya itu Sesuai perjanjian notaris. ” saya sudah lakukan pembayaran sesuai kedepakatan yang ada di notaris ” kata marcel kepada redaksi Lidik.net “

Pada bulan agustus saya merasa kaget menerima surat panggilan sebagai saksi pada tindak pidana penipuan dan pencucian uang. Tanpa merasa bersalah karena saya yakin bahwa ini lasalah utang piutang maka saya mendatangi pihak penyidik sesuai surat panggilan saksi yang saya terima. Imbuh marcel.

Setelah diperiksa sebagai saksi, sebulan kemudian saya di jakarta tiba tiba datang beberapa oknum polisi untuk menangkao saya dengan tuduhan penipuan dan money laundri atau pencucian uang.

Pada penangkapan itu Hp saya langsung disita oleh polisi dan saya di bawah ke polda kaltim. Setibanya di polda kaltim tepatnya di ruang penyidik ditreskrimum saya diminta penjadwalan kembali dan meminta waltu untuk melunasi sisa hutang tersebut. Karena dengan alasan yang saya ajukan bahws jika says di penjsra maka ssya tidak dapat melunasi sisa hutang sebessr 4.5 M itu.

Baca juga:   Pasca Diputus Bebas Pada Sidang Korupsi AHM Nyatakan Siap Maju Pilgub Malut

Alhasil penyidikpun tak mengiyakan permohonan saya dan langsung melakukan uoaya paksa penahanan kepada saya.

Saya ditahan di rutan polda kaltim selama 4 bulan dan setelah itu di limoahkan ke rutan untuk proses persidangan setelah berkas perkara saya dinyatakan lengkap P21 oleh jaksa peneliti. Terang marcel.

Atas kejadian ini saya merasa bingung dan ingin mencari keadilan sebagai warga negara indonesia. Dimana sesuai pengetahuan saya bahwa permasalahan sayaini adalah utang piutang yang di diga di paksakan menjadi perbuatan pidana.

Saya kan sudah mengganti sebagian uang pinjaman itu bahkan saya dapat menunjukan bukti transfernya kenapa sekarang saya dipidana. Bukankah ini masalah perdata ? Ini kan utang piutang ketus marcel kepada awak media kami.

Untuk itu demi menjaga citra kepolisian saya memohon kepada pihak propam mabes polri untuk dapat melihat proses penyidikan perkara saya ini dimana diduga kuat ada ketidak profedional penyidik polri dalam melakukan penyidikan. Dan juga kepada pihak jamwas untuk dapat menyelidiki proses penuntutan jakda penuntut umum sehingga saya di vonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim. Harap marcel.

Saya sudah berupaya untuk melakukan langkah hukum lainya yaitu banding namun tentunya saya sangat berharap kepada institusi penegak hukum ini untuk dapat objektif dalam menangani perkara saya, sebab diduga perkara ini ada reuest dari oknum yang meminjamkan saya uang saat itu. Mohonya.

Saat ini lelaki marcel sedang dalam rumah tahanan di balikpapan dengan putusan 5 tahun penjara denda 1 milyar.

Penyidikan perkara ini diduga syarat kepentingan oknum untuk itu saya sangat berharap untuk tim dari paminal serta propam mabes polri dapat menyelidiki kasis saya ini. Tutup marcel.

Pihak penyidik ketika dikonfirmasi melalui aplikasi watshapnya menjawab ” Perkara sdah ingkrah dan.putusan hakim sdah di jalankan ybs ” Kaku anda maumklatifikasi bukan di sini tmpatnya tulisnya membalas klarifikasi redaksi LIDIK.NET

Baca juga:   Ternyata ED alias Eus, Tertangkap Tangan Saat Jadi Joki Ujian Paket C

 ( red )