Oknum Anggota Polisi Ditangkap Bawa Shabu



Direktur Narkoba Polda Sulut mendampingi tersangka. foto (ist)

Bagikan Berita ini!

LIDIK NET, Manado — Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulut, meringkus oknum anggota polisi bertugas di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara, berinisial Bripka A.

Oknum anggota ini diringkus bersama dengan dua wanita di sebuah rumah di salah satu perumahan yang ada di Manado, Senin (14/8) malam.

Wakapolda Sulut, Brigjen Johni Asadoma membenarkan adanya salah satu oknum anggota polisi yang diamankan kedapatan membawa narkoba jenis shabu.

Tersangka diamankan bersama barang bukti berupa 5 paket shabu, satu buah handphone dan satu buah alat timbangan.

“Masih dalam tahap pemeriksaan dan masih dalam pengembangan penyidikan. Apakah yang bersangkutan merupakan pemakai atau pengedar dan sebagainya. Untuk sementara masih dalam tahap pemeriksaan urin dan darah untuk memastikan hal itu. Ini perlu waktu,” jelas Wakapolda.

Ketika ditanya apabila tersangka terbukti terlibat dalam peredaran narkoba, pria yang kini menjabat Ketua Pusat Pertina ini menegaskan, akan ada sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tidak ada ampun bagi siapapun yang terlibat narkoba. Seharusnya aparat penegak hukum harus menjadi contoh bagi masyarakat untuk memberantas narkoba. 100% akan ditindak dengan hukuman maksimal sesuai dengan aturan perundang-undangan,” tegasnya.

Terpisah, tersangka Ar saat dikonfirmasi menyatakan barang haram itu dia peroleh dari rekannya yang dikirim dari Makassar melalui salah satu jasa pengiriman. Dia mengaku barang tersebut dititipkan kepadanya, sebaliknya bukan untuk dijual. Selain itu dia mengatakan baru kali ini dia menerima barang haram tersebut.

“Saya mendapatkan barang ini dari rekan saya di Makassar. Dia hanya menitipkan barang itu,” ujar Ar yang mengenakan penutup wajah dihadapan barang bukti yang diamankan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Wihastono Pratono didampingi Kasubdit I, AKBP Wilder Pattiranie mengungkapkan, awalnya berdasarkan informasi dari masyarakat terkait adanya peredaran narkoba yang diduga melibatkan oknum anggota polisi tersebut.
Setelah informasi ini dikembangkan, Anggota Timsus Ditresnarkoba Polda Sulut berhasil meringkus tersangka dan menyita barang bukti yang ada.

“Kasus ini masih terus didalami dan masih dikembangkan. Apabila dalam pengembangan ada tersangka lain yang tertangkap karena terlibat dalam jaringan ini, maka segera diekspos,” tutur Pratono.

Tersangka bakal dikenakan pasal 114 UU Narkotika nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp. 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). (rajaya)