Otopsi Jenasa Siyono Selesai Kapolri siap Di Koreksi

Bagikan Berita ini!

image

Lidik.Net – Jakarta – Adanya hasil otopsi terhadap jenasah Siyono telah selesai, hal ini di respon baik oleh Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dan memerikan apresiasi baik dan berterima kasih dan mengargai hasilnya. berkaitan dengan ada kejanggalan dan  ada yang dicurigai, saya siap untuk dikoreksi.  

Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti ketika ditemui di Mabes Polri, disaat upacarakenaikan pangkat diruang Rupatama,Senin (12/4) 2015 mengatakan  saya pikir saya mengucapkan terima kasih pertama kasus Siyono sudah dilakukan otopsi dan sudah ada hasilnya tentu kita menghargai hasilnya itu. Karena ini terkait dengan  Densus 88 itu tugas pokok dan fungsinya sudah jelas, itu dalam rangka menanggulangi terorisme baik itu untuk pencegahan dan pembeberantasannya.” Kita juga tidak mau negara kita menjadi negara yang gagal karena kekerasan-kekerasan yang dilakukan karena aksi teror. Oleh karena itu pemberantasan terorisme itu harus terus kita lakukan. kemudian kalau toh didalam pelaksanaan upaya- upaya  pemberantasan terorisme ada hal yang dianggap janggal. dan  dianggap dicurigai ada kekeliruan. Saya  siap untuk bisa  dikoreksi,” ujarnya.

Selanjutnya, Badrodin menegaskan oleh karena itu saya katakan otopsi dari Siyono itu saya ucapkan terima kasih bisa tahu apa yang sebetulnya terjadi. Dan kita sendiri di Polri sudah ada mekanisme , ada Irwasum yang melaksanakan pengawasan , kadiv Propam yang melakukan pemriksaan-pemeriksaan oleh karena itu mekanisme itu dilakukan. “Oleh karena itu cocok atau tidak tidak temuan dari hasil otopsi dengan yang dilakukan oleh Propam ini ,silakan kalau nanti ada pelangaran tentu bisa dilakukan kode etik atau disiplin. Ada pelangaran ya silakan dilakukan kode etik,” tegasnya.

Baca juga:   TIONGKOK - MANADO PENERBANGAN, Resmi Beroperasi. OD - SK  Jemput Turis Tiongkok

Menyingung hasil otopsi, Badrodin menjelaskan maka itu saya katakan , kita juga menghargai hasil otopsi itu , kita punya mekanisme apakah klop antara otopsi dan hasil pemeriksaan propam itu. Saya pikir itu tidak , anggota Densus 88 juga tidak mau kehilangan dan tida mau ambil resiko. kenapa karena mereka memang yang sudah menjadi target melakukan aksi-aksi . ‘Itu kan dia sudah siap dengan kematian. Karena dari pada dia melawan, mati dia harapannya masuk sorga. kalau ada resiko seperti itu tidak bisa diatasi dengan hal-hal yang biasa. kalau kita evaluasi setiap periode tertentu kita lakukan evaluasi. Apakah densus sudah melakukan kinerjanya dengan baik  atau tidak itu pasti kita lakukan. Kemarin setelah ada bom Thamrin, kita lakukan evalusi kenerja mereka,” Jelasnya. 

Ketika ditanya apakah kalau ini terjadi kinerja internal, Badrodin merincinya sangat tergantung penyelengraranya nanti ,Propam juga melakukan pemeriksaan,apakah itu pelanggaran kode etik karena disipil, atau karena pelangaran.”Ya kita lihat dan ada didalam KUHP itu overmark, pembelaan diri dan itu juga misalnya kita mau melakukan penangkapan dan terus kita dilawan ditembak. Pastikan ditembak duluan, apakah sepeti itu dikatakan pelanggran. ya, itu termasuk didalam overmark. Nanti kita buktikan hasilpemeriksaan seperti apa. orang-orang yang diduga melakukan  kita periksa.” rincinya. 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini