Pasar Senggol Ke Poyowa, Pemkot Kotamobagu Menuai Kecaman



Bagikan Berita ini!

Kotamobagu – LIDIK, Keputusan pemerintah kota Kotamobagu memindahkan lokasi pasar senggol dari kompleks pertokoan pasar 23 maret dan pasar serasi di kelurahan Gogagoman ke pasar Poyowa kecil terus menuai banyak kritik dari masyarakat.

Firmansyah Dotulong, salah satu pemuda kelurahan Gogagoman kepada lidik.net mengatakan, ” keputusan pemerintah kota Kotamobagu memindahkan lokasi pasar senggol sungguh sangat tidak manusiawi dan sangat mencederai hati masyarakat kelurahan Gogagoman khususnya kami para pemuda, yang telah merintis pasar senggol sejak belasan tahun yang lalu”.

“Kami mengecam keras atas sikap pemerintah kota Kotamobagu tersebut, mengapa, karena pasar senggol adalah murni ide yang lahir dari pemikiran para pemuda kelurahan Gogagoman, awalnya pasar senggol ini dilaksanakan hanya menampung pedagang lokal dengan menggunakan tenda seadanya yang dibuat dari bambu, seiring berjalannya waktu lokasi yang kami gunakan disekitar kompleks pertokoan dan menggunakan kanopi yang lebih nyaman bagi para pedagang dan masyarakat yang datang berbelanja kemudian juga beberapa tahun terakhir bukan hanya pedagang lokal kotamobagu yang berjualan tapi para pedagang yang ikut dalam kegiatan pasar senggol banyak juga berasal dari luar kotamobagu” kata Firmansyah.

“Jika Pemkot kotamobagu tetap pada keputusannya melaksanakan pasar senggol di luar wilayah Gogagoman, maka ini sungguh sangat mencederai hati kami selaku Pemuda dan persoalan ini menjadi sebuah catatan yang sangat penting bagi kami, dimana Pemkot kotamobagu secara jelas mencuri kekayaan intelektual kami terkait dengan pelaksanaan kegiatan pasar senggol” lanjut Firmansyah dengan nada tinggi.

“Pasar Senggol adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara, tiap tahun hanya digelar pada saat bulan suci Ramadhan, itupun hanya dua minggu menjelang lebaran, tapi mengapa Pemkot kotamobagu merampas sumber penghasilan tambahan para pedagang dan banyak sumber penghasilan lain bagi para pemuda, selain mendapatkan honorarium sebagai pengamanan swakarsa mereka juga mendapatkan jasa dari pengelolaan parkiran kendaraan pengunjung pasar Senggol, selain itu banyak juga menyerap tenaga kerja informal seperti penarik gerobak yang mendapatkan hasil lumayan besar dari jasa pengangkutan barang para pedagang” tutup Firmansyah. (Didi)

Baca juga:   DIRUT BANK SULUTGO JOHHANES SALIBANA HADIRI VOLLEY BALL KAPOLRESTA CUP
About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2995 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini