Pegang Bukti, LMI Desak Penyidik Korupsi Kejati Sulut Segera Panggil & Periksa Bupati Vap & Kombes Rio Panambunan

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – MANADO – Penyidikan Tindak Pidana Korupsi pada proyek pemecah ombak likupang timur kabupaten minahasa utara yang telah memakan korban 3 orang tersangka terus hangat di perbincangkan.

berdasarkan hasil penyidikan serta pemeriksaan yang dilakukan terhadap para tersangka, penyidik dari Seksi Pidana Khusus berpendapat, telah terpenuhi syarat-syarat penahanan yang diatur dalam KUHAP. “Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sekira 8 miliar rupiah tersebut.

Para tersangka diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara,” papar Sinaga, mantan Kajati NTT.

Dirinya pun tak menampik jika akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

“Semuanya masih mungkin, tergantung bagaimana proses pengembangan yang akan dilakukan,” ucapnya.

Proyek pemecah ombak ini dilaporkan oleh LSM pada tahun 2016, karena proyek berbanderol Rp 15 miliar ini tidak melalui jalur tender, melainkan penunjukan langsung.

Ditambahkan Kasi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulut Lukman Efendy, tersangka akan dituntut dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Sebagaimana telah diubah dan ditambah oleh undang-undang Nomor 20 tahun 2001,” paparnya.

Hanny pantow Selaku Tonaas Wangko Ormas Laskar Manguni Indonesia ( LMI ) mengatakan bahwa setelah Divisi LAK (laskar anti korupsi ) LMI mendapatkan beberapa dokumen terkait proses pengajuan proposal dalam perencanaan proyek ini patut diduga keras bahwa Bupati VAP terlibat. Hal ini dibuktikan dengan beberapa dokumen yang ada pada kami yang dalam dokumen tersebut secara nyata dan jelas di tanda tangani oleh Bupati minahasa utara.

Divisi Anti korupsi LMI menemukan beberapa kejanggalan pada proses pengajuan proposal tanggap bencana ini serta dokumen lain yang berhubungan. Dimana pengakuan dari salah satu pejabat pendatanganan PHO dirinya tidak menandatangani PHO proyek tersebut tetapi dipaksa dicairkan dananya. Ia juga menjelaskan kepada tim divisi anti korupsi LMI bahwa uang tersebut di cairkan oleh Luvi di bank BRI airmadidi yang kemudian langsung diantarkan ke rumah kediaman ibu bupati minahasa Utara VAP dengan di dampingi oleh dr.Rosa Tidayoh.

Baca juga:   Diduga Terlibat Korupsi Pemecah Ombak Likupang Yang Merugikan Negara 8,8 Milyar, PV & PR Berpotensi Tersangka

Ia juga menerangkan bahwa perpanjangan status darurat bencana oleh Bupati VAP menyalahi aturan perundang undangan yang berlaku sebab di wilayah likupang tidak ada darurat bencana. ” ini semua sudah di rekayasa sejak awal untuk memperkaya diri sendiri dan atau orang lain ” tukas Pdt.Hanny.

Pendeta Hanny Pantow Tonaas LMI mendesak Kepada Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara untuk segera memanggil Bupati Vonny Panambunan guna dimintai keterangan terkait korupsi pemecah ombak yang merugikan negara sebesar 8,8 Milyar ini sebab bukti bukti yang ada mengarah ke beliau.
” Saya tegaskan bahwa LMI terdepan untuk mengawal penyidikan kasus korupsi pemecah ombak ini hingga tuntas dan setuntas tuntasnya. Pihak penyidik jangan coba coba main mata untuk meloloskan oknum oknum tertentu. Kami sudah dapat informasi yang tidak beres dalam hal ini, namun kami berharap informasi ini tidak benar.

Kami tau penyidik korupsi kejati sulut memiliki integritas yang selalu berpedoman pada profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

Siapapun mereka Baik bupati atau oknum kombes jika terlibat mencuri uang rakyat dengan bukti bukti yang ada maka wajib di hukum dan jika perlu dimiskinkan.

Terapkan undang undang Tindak Pidana Pencucian uang ke mereka dan sita seluruh aset mereka guna mengganti kerugian negara yang telah di hitung oleh BPKP agar mereka bisa kapok atau ada efek jera bagi kepala daerah yang lain. Pungkas Pantow.

Saya yakin kasus korupsi pada proyek pemecah ombak likupang timur ini diotaki oleh oknum berpangkat dan oknum pejabat maka saya selaku ormas adat terbesar di Indonesia ini Siap mati mengawal jalanya penyidikan kasus korupsi ini sampai tuntas setuntas tuntasnya. Tambahnya.

Baca juga:   Polres Bentuk Tim Khusus Buru GENK MOTOR

Sebagai Tonaas wangko LMI saya juga mengingatkan kepada seluruh bupati dan walikota di provinsi Sulawesi Utara ini. Jangan coba coba main main dengan uang rakyat bagi LMI Para pejabat yang memiliki mental korupsi itu layak di sebut penjahat. dan LMI Selalu siap dan terdepan menghadapi para penjahat Pencuri Uang rakyat itu. Tutup Pantouw. (POPAL)

 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini