Peringati Hut Brimob Ke 72 Brimob Polda Jatim Jalan Kaki 8 Kilometer Ke Candi Penunggalan Majapahit



Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – MOJOKERTO – Dalam rangka Memperingati HUT ke-72 Brimob tahun ini. Korps Brimob Polda Jawa Timur memilih cara berbeda Mereka melakukan napak tilas dengan berjalan kaki selama delapan hari, mulai dari Kota Surabaya hingga Madiun. Ratusan kilometer bakal dilalui satu peleton anggota polisi itu untuk menuntaskan napak tilas perjuangan Brimob yang dahulu disebut Pasukan Polisi Istimewa.

Senin (6/11/2017), rombongan korps Brimob ini tiba di Kabupaten Mojokerto setelah berangkat dari Monumen Polisi Istimewa Minggu (5/11/2017). Masih dengan wajah yang bersinar, satu peleton polisi yang beberapa di antaranya berseragam polisi kuno itu menapaki jalur bypass dan singgah di Candi Wiringinlawang, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Rombongan ini pun sempat disambut petinggi Polres Mojokerto Kabupaten dan Polres Mojokerto Kota serta pejabat di lingkungan Pemkot dan Pemkab Mojokerto.

Kapolres Mojokerto Kabupaten AKBP Leonardus Simarmata dan sejumlah petinggi di Polda Jatim sempat ikut dalam barisan untuk memberikan semangat hingga tim tiba di candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit itu.

Tak hanya disambut petinggi kepolisian dan pemerintah daerah, kedatangan polisi yang berjalan kaki itu juga disambut sejumlah warga yang menanggap ini adalah momentum tak lazim. “Baguslah, polisi tampak bisa lebih akrab dengan masyarakat dan menyapa di setiap jalan,” ujar Sumarno, salah satu warga Trowulan.

Perjalanan napak tilas di Mojokerto yang merupakan hari kedua, rombongan masih menyisakan beberapa wilayah kabupaten yang bakal disinggahi. Setelah Mojokerto, rombongan akan bergeser menuju Jombang, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo dan akan berakhir di Madiun pada tanggal 11 November nanti. “Setiap kabupaten, rombongan akan ditambah personel hingga titik finish. Sejauh ini kondisi anggota masih fit,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata.

Candi Wringinlawang sengaja dipilih untuk tempat singgah rombongan napak tilas perjuangan ini. Tempat ini sekaligus menjadi pemompa semangat, mengingat candi tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi. Konon, Candi Wringinlawang merupakan pintu masuk menuju Kerajaan Majapahit.

“Semangatnya agar para anggota merasakan perjuangan polisi di masa lampau. Ini juga sebagai upaya agar polisi semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, napak tilas ini juga sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah bangsa. Lantaran itulah, rombongan akan singgah di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah, baik sejarah perjuangan kemerdekaan maupun sejarah prakemerdekaan.

“Pesan lain yang disampaikan dalam napak tilas ini adalah soal persatuan. Agar kita senantiasa bersatu tanpa ada perbedaan dari Sabang hingga Merauke,” tambah Dansat Brimob Polda Jatim Kombes Pol Totok Lisdiarto.

Dia menambahkan, dalam perjalanan napak tilas, rombongan akan selalu menyapa warga. Aksi ini sekaligus untuk terus membangun kepolisian yang dekat dengan masyarakat serta humanis. Ia berharap, napak tilas ini juga membawa semangat baru agar kepolisian semakin profesional dalam menjalankan tugas negara.

“Kita juga berharap agar rombongan tak menemukan kendala yang berarti. Kita targetkan mulai start hingga finish sesuai dengan rencana,” pungkasnya. (Oki)