Polda Sulut Bantah Adanya Suap Ke Penyidik, Rekaman Itu Akan Ditindak lanjuti

Bagikan Berita ini!

LIDIK – MANADO – Kepala Bidang Hubungan Kemasyarakatan ( Kabid Humas ) Kepolisian Sulawesi Utara ( Polda Sulut), Kombes Pol Ibrahim Tampo SIK, membantah terkait keras beredarnya kabar “ Isyu” Suap oknum penyidik Tipikor polda.

Menurutnya, kabar tersebut harus di sertai dengan bukti sehingga mampu di pertanggung jawabkan secara hukum, apa lagi ini menyangkut nama institusi. “ Saya tegaskan itu tidak benar dan perlu pembuktian yang jelas dan bisa di pertanggung jawabkan ,” Tegas Ibrahim Tampo seperti dilansir media online kontrasnews.com

Ia mengakui bahwa isyu suap ini sudah di ketahuinya melalui pemberitaan media online, olehnya iya menyampaikan persoalan kabar ini tetap akan ditindak lanjuti oleh pimpinan.

“ Hari ini saya akan kondinasikan dengan kapolda, sekaligus akan memanggil pihak penyidik yang menangani kasus korupsi dana audiens  atas beredarnya isyu suap tersebut” Tandas Kombes Pol Ibrahim Tampo SIK, saat ditemui oleh Wartawan Kontrasnews.com di ruang kerjanya kamis (23/03/17).

Seperti di lansir KONTRASNEWS.com, dalam pemberitaan yang di terbitkan oleh Media online LIDIK Net- bahwa disebutkan ada Isi rekaman pembicaraan UP alias Ulfa mantan Asisten III Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong), menjadi viral yang menyita perhatian banyak pihak.

Rekaman tersebut  di ungkapkan Ulfa  dengan menyebut oknum penyidik kepolisian menangani kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat Pemkab Bolmong Diduga menerima suap?

Menariknya lagi, dalam pemberitaan LIDIK Net tersebut, Ulfa telah memberikan uang tiket, uang hotel, juga uang saku dengan harapan penyidik menyusun berita acara pemeriksaan (BAP) berbunyi “Tidak Cukup Bukti ?”

 

Selain itu, Ulfa juga mengancam akan melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika oknum penyidik ingkar janji.

Baca juga:   Sensasi Ulfa Paputungan, Polda Sulut " Seret Salihi - Yani

“Jangan macam macam. Jika tidak komitmen, saya punya nomor handphone pejabat KPK. Akan saya lapor gratifikasi,” ujar Ulfa yang dimuat oleh Media Online LIDIK Net.

Untuk diketahui Direktorat Kriminal Khusus Unit 1 Subdit Tipidkor telah menetapkan tiga pejabat Pemkab Bolmong sebagai Tersangka atas kasus Audiens, masing-masing ID alias Ismar selaku PPTK, EK alias Ek (mantan Kabag Umum), serta UK alias Uki selaku Kabag Umum yang saat ini ditahan di rutan malendeng manado.

Berkas kasus ketiganya  telah disidangkan di Pengadilan Tipikor Manado pada kamis (23/03/17) kemarin., sementara Ulfa Paputungan Selaku Pengguna Anggaran masih cukup sakti hingga belum tersetuh oleh hukum dalam kasus Dana Audiens Bupati dan Wakil Bupati Bolmong tahun 2012-2013?.

Terpisah  sebelumnya pembina GTI Sulawesi Utara Berty Lumempow meminta pihak polda sulut untuk menindak lanjuti rekaman ulfa paputungan yang sempat menyebut adanya dugaan suap yang kepada oknum penyidik.

Saya sangat berterimakasih kepada Direskrimsus Polda Sulut jika sudahmengambil langkah untuk menyelidiki nyanyian ulfa paputungan dslam rekaman sperti di lansir dalam media online lidik.net sebelumnya. ” trimakasih pak Kapolda, pak Dirsus atas langkah cepatnya.  kami akan selalu berkordinasi dan berjalan bersama dalam memberantas tindak pidana korupsi di bumi nyiur melambai ini. GTI akan selalu kritis terhadap praktek praktek korupsi ” tukas lumempow.

Sumber kontrasnews.com

TOP STORIES

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3027 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini