Restoran Nyiur Melambai Terancam Dieksekusi, Pemiliknya Akan Di Polisikan

Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Sengketa tanah restoran nyiur melambai dengan keluarga lengah yang berproses sudah kurang lebih 6 tahun menyisahkan misteri.

Diketahui pihak penggungat keluarga lengah selaku ahli waris menang di tingkat PN,  PT dan kasasi, namun di tingkat kasasi keluarga legoh kalah.

Pihak kelurga legoh melalui pengacara yang di kuasakan yakni Richard Wilyam menjelaskan bahwa adanya konspirasi dan rekayasa dalam proses hukum yang berjalan oleh oknum oknum di pengadilan negeri manado dan oknum di makama agung.  Pasalnya sesuai penetapan majelis hakim pengadilan negeri manado yang menjadi alat bukti pada kasus sengketa tanah tersebut hanya 7 tujuh buah alat bukti,  namun setelah di PK alat bukti berubah menjadi 11 ketambahan 4 alat bukti yang seharusnya tidak bisa di tambah lagi karena kasus ini sudah inchrah.

Menurut kami ada oknum oknum nakal yang diduga menerima suap dari pihak tergugat untuk memenangkan perjara ini dengan cara menyelipkan bukti bukti itu.

Akan hal hal tersebut kami sudah melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh pihak tergugat dalam hal ini pemilik restoran nyiur melambai.  Namun sampai hari ini prosesnya belum bisa berjalan karena belum adanya salinan putusan Peninjauan kembali ( PK)  tukas Richard.

Ditambahkan richard lagi,  bahwa dalam waktu dekat saya akan membawa salinan putusan PK yang asli ke penyidik polda sulut untuk memoroses oknun oknum yang diduga melakukan pemalsuan dokumen surat yang dijadikan alat bukti tambahan ilegal oleh oknum oknum di pengadilan manado dan oknum di makama agung RI.

Kami berharap penyidik polda sulut dapat memproses hukum pada pemilik restoran nyiur melambai dan oknun oknum nakal mafia hukum tersebut karena merugikan klien kami yakni keluarga lengah.

Baca juga:   Wanteror Brimob Jamin Kemanan Talaud, Bupati Manalip Apresiasi Brimob Talaud

Menurut saya tanah yang sebesar kurang lebih 5000 meter ini adalah hak dari keluarga lengah sebab pihak nyiur menyelipkan bukti atau novum untuk PK.  Itu perbuatan melawan hukum yakni pidana pemalsuan dokumen dan saya pastikan pihak nyiur melambai akan berhaadapan dengan hukum atas kasus ini dan lahan tersebut akan kembali menjadi hak milik keluarga lengah.  tandas Richard.

Hingga berita ini di publish kami awak media belum dapat mengkonfirmasi masalah ini ke pihak nyiur melambai karena tidak ada akses. Namun kami berharap pihak nyiur melambai dapat memberikan klarifikasi setelah membaca berita ini melalui no HP.  081388360503.  ( eter )

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini