Rosa Tidajoh : Saya Tidak Terima Uang Korupsi, 8,3 M itu Hakim Harusnya Tanya Ke Bupati VAP

Bagikan Berita ini!


LIDIK. NET – MANADO – Sidang kasus pemecah ombak di Desa Likupang 2 Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara (Minut) berbandrol Rp15 miliar dan merugikan negara sekira Rp8,8 miliar Tahun Anggaran (TA) 2016 terus bergulir di Pengadilan TIPIKOR Manado, Jumat (29/6/2018). Kali ini agenda mendengarkan pembelaan hukum terdakwa (Pledoi).

Dalam persidangan, Franky Weku,SH cs, Penasehat Hukum (PH) terdakwa RMT alias Rosa(54), dihadapan Majelis Hakim, Vincentius Banar,SH.MH cs, dibacakan pembelaan hukum yang isinya meminta agar pada putusan nanti, Majelis Hakim mempunyai pertimbangan yang objektif dan berperan menciptakan ketentraman dan kedamaian.
Isi pledoi pun memaparkan, terdakwa tidak melakukan perbuatan hukum karena melaksanakan perintah atasan.Dan, proses pencairan dana tersebut diketahui dan atas perintah Bupati Minut VAP.

Selain itu dalam pledoi terdakwa Rosa, oleh PH menyebutkan bahwa dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tentang hal yang meringankan terdakwa Rosa telah membantu mengungkapkan adanya keterlibatan pihak lain yang lebih mempunyai kekuasaan dari terdakwa Rosa.

Dalam pledoi ada beberapa unsur yang diusulkan agar bisa diperhatikan dan menjadi pertimbangan Majelis Hakim termasuk, menyatakan terdakwa Rosa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan oleh JPU. Menerima surat permohonan Justice Collaborator yang diajukan melalui kuasa hukum terdakwa Rosa sebagai pertimbangan dalam putusan perkara ini. Membebaskan terdakwa Rosa dari segala dakwaan dan tuntutan hukum atau menghukum terdakwa rosa yang seringan-ringannya. Memulihkan harkat dan martabat serta nama baik terdakwa Rosa.

Sedangkan pada pledoi lisan terdakwa Rosa dalam persidangan mengungkapkan, bahwa dirinya hanya melaksanakan apa yang diperintahkan atasan yaitu Bupati Minut yang kerap disapa VAP.

Baca juga:   Polda Sulut Lamban Tangani Ambruknya overpass tol Manado-Bitung ?

“Saya hanya menjalankan tugas. Saya tidak menyangka bila loyalitas saya harus berujung di balik terali besi,” ucap terdakwa Rosa dengan isak tangis.

Dirinya pun mengulang apa yang pernah dikatakan Kajati Sulut sebelumnya saat dirinya diperiksa sebagai saksi di Kejati Sulut waktu lalu.

“Pak kajati menepuk pundak saya, dan mengatakan bahwa saya bukanlah seorang koruptor,” kata terdakwa dengan suara serak.

Rosa juga menegaskan bahwa seharusnya jaksa harus segera menetapkan tersangka pada bupati minut Vonie Anneke Panambunan karena dalam surat dakwaan yang di buat jaksa sudah jelas peranya apa dan dia menerima aliran dana hasil korupsi sebesar Rp.  8,3 M beber saksi rosah.

Sidang pun akan kembali dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2018.(xxx)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini