Saksi Beber 4 Kali Antar Uang Ke Rumah VAP, Jaksa Banci, Belum Berani Upaya Paksa Vonie Panambunan



Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Salah satu terdakawa pada kasus korupsi pemecah ombak berbandrol 15 M di desa likupang II, kecamatan Likupang Timur Kabupaten minahasa Utara Roza Tidajoh menghadirkan anaknya Christin Pongoh sebagai saksi di persidangan.

Dalam keteranganya di depan majelis hakim dibawah sumpah Christin pongoh selaku anak dari terdakwa Rozah Tidajoh menjelaskan bahwa dirinya pernah beberapa kali menemani mamanya ke rumah ibu bupati minahasa utara yang terletak di kleak membawa kardus yang berisikan uang. ” ya saya tau itu uang karena saat saya menemani ibu saya saya sempat bertanya apa isi kardus tersebut, awalnya ibu saya tidak mau memberitahukan pada saya tapi saya memaksa bertanya akhirnya ibu mengakui bahwa mau antar ung ke ibu buati. Terang saksi Christin kepada majelis hakim yang di ketuai oleh Vincencius Banar selaku hakim ketua dan Wenny Nanda serta Arkanu sebagai hakim anggota.

Christin menhelaskan bahwa setibanya di rumah Bupati Minahasa Utara Vony Anneke Panambunan di kleak kedua kardus itu langsung di bawah turun dan di bawah masuk kedalam rumah oleh anggota sat pol pp. Usai mengantarkan uang di dalam kardus itu saya dan ibu saya kembali pulng tanpa membawa kardus itu lagi.

Ketika ditanya berapa kali saudara saksi menemani sang ibu mengantarkan ung kepada bupati vonie panambunan di rumahnya, christin menjawab sudah empat kali.” saya menemani ibu saya mengantarkan dus yang berisikan uang kepada Bupati minut di rumahnya sebanyak empat kali yang mulia. Terangnya.

Pada sidang sebelumnya terdakwa Roza Tidajoh memberikn keterangan bahwa dirinya sebanyak tujuh kali mengantarkan uang hasil pencairan proyek pemecah ombak di likupang timur itu kepada Vonie Anneke Panambunan selaku bupati di rumahnya di kleak. Lima kali di terima langsung oleh Ibu bupati. Terang Roza.

Baca juga:   Sidang Korupsi Pemecah Ombak, Saksi : Saya Lihat Langsung 3 Cek Diserahkan Ke Bupati Minut VAP

Perlu diketahui kasus korupsi ini saat sudah bergulir di pengadilan banyk fakta fakta yang terungkap dalam fakta persidangan yang di catat oleh panitra. Diantaranya sejumlah saksi memberikan keterangan secara jelas keterlibatan oknum Bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan yang didug kuat masuk dalam pusaran korupsi pemecah ombak ini.

Sejauh ini, Oknum Bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan belum bisa di hadirkan oleh Jaksa Penuntut umum di persidangan meskioun sudah tiga kali di panggil resmi oleh penyidik kejati sulut.

Pihak kejati sulut ketika di konfirmasi mengatakan bahwa mereka sudah tiga kali mengirimkan surat panggilan kepada Bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan namun beliau mangkir terus dengan berbagai alasan. Tukas jaksa usai sidang beberapa hari yang lalu.

Akan kasus korupsi pemecah ombak ini, Jaksa juga telah menerima surat penetapan dari pengadilan untuk menghadirkan Bupati Minahasa Utara  Vonie
Anneke Panambunan di persidangan, tapi sampai hari ini jaksa penuntut umum belum juga dapat menghadirkan Bupati Minut itu meskipun sudah mengantongi surat penetapan untuk dilakukan upaya paksa dari pengadilan.

( red)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2998 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini