Saksi Pada Kasus Korupsi Pemecah Ombak Akan Dijemput Paksa

Bagikan Berita ini!


LIDIK. NET – saksi pada kasus dugaan korupsi Pemecah Ombak di Likupang Dua Minahasa Utara, sepertinya akan dijemput paksa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulut. Pasalnya, David Lengkey sudah dua kali diundang untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus yang merugikan negara berbandrol Rp8,8 miliar, namun tak sekalipun di respon.
Ini pun ditegaskan JPU dalam persidangan di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Vincentius Banar, SH. MH, Kamis (12/4/2018) kemarin.

Berawal ketika para Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyinggung soal ketidakhadiran salah satu saksi di hadapan Majelis Hakim, JPU langsung menanggapi dengan siap menempuh langkah jemput paksa, jika di panggilan ketiga ini saksi tersebut masih memilih mangkir.

Usai sidang, JPU Bobby Ruswin yang ditemui awak media kembali tegaskan hal tersebut.

“Sudah kita panggil tiga kali, namun yang bersangkutan sampai saat ini belum memenuhi panggilan sebagai saksi,” ungkap JPU, seraya menambahkan bahwa yang bersangkutan akan dijemput paksa pihaknya apabila masih tidak menggubris panggilan ketiga yang dilayangkan JPU.

Diketahui, proyek pemecah ombak di Desa Likupang Dua, sumber dananya berasal dari pos anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan banderol Rp15 miliar. Dalam pelaksanaannya, dana tersebut diduga kuat telah diselewengkan oknum-oknum tertentu, sehingga menurut dakwaan JPU telah terjadi kerugian negara Rp8,8 miliar lebih. JPU pun telah menghantar tiga terdakwa ke meja hijau. Selain terdakwa Rosa dan Stevenson, turut terjerat pula terdakwa RM alias Robby selaku kontraktor.

Oleh JPU dalam dakwaan, ketiga terdakwa ini telah dijerat pidana JPU menggunakan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto (jo) Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Baca juga:   Kapolda : Pesan Calon Kapolri, Santoso Harus Ditangkap Hidup Atau Mati
About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3016 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini