Selama 2 Tahun Belum Terima Gaji, Bupati Tetty

Bagikan Berita ini!

image

LIDIK.Net, Amurang – Karyawan PDAM Minahasa Selatan mulai angkat suara. Pasalnya, memasuki 2 tahun sejak 2014 sebagian besar karyawan belum terima gaji. Mirisnya lagi, banyak karyawan diskors dengan alasan tidak ada pemasukan serta telah ambil setoran tanpa persetujuan.

Maxi Tambingon dan Donald Kawung, karyawan PDAM Minsel mengaku gerah campur galau atas sikap Direksi PDAM Minsel. Pasalnya, rata-rata karyawan belum menerima gaji 8 sampai 18 bulan. ‘’Ibu bupati Tetty Paruntu, apa yang akan terjadi dengan keluarga kami. Kami tidak lagi diperhitungkan oleh Direksi PDAM Minsel. Bahwa, kami sudah bekerja dengan baik. Tetapi, kami dinilai tidak ada apa-apa di PDAM Minsel. Sudah itu, gaji kami tidak 100 persen dibayarkan Direksi PDAM Minsel,’’ujar Tambingon yang dibenarkan Kawung.

Senada dikatakan Recky Maramis dan Bertje Tumiwa. ‘’Umumnya, sebagai karyawan kami menuntut pembayaran gaji. Hanya saja, setiap kali kami tanyakan ke Kabag Umum PDAM Minsel, selalu berkata perintah Dirut PDAM Minsel, John Sorongan masih mau ditinjau lagi. Ingat, kami memiliki keluarga, bahkan kami suami istri sering marah lantaran kerja tanpa upah. Jadi, siapa yang mau kasih makan kepada kami. Tolong ibu bupati Tetty Paruntu, lihat kami karyawan PDAM Minsel,’’tegas Maramis dan Tumiwa.
Sementara itu, John Tilaar, karyawan senior di PDAM Minsel juga angkat suara terkait hal diatas. ‘’Kalau saya, sudah 2 tahun kerja tanpa digaji.

Diakuinya, bahwa sering kami pakai uang setoran lantaran tak memiliki gaji. Herannya lagi, perhatian Direksi PDAM Minsel atas karyawannya tidak ada sama sekali. Malahan, banyak yang diskors gara-gara uang setoran konsumen dipotong,’’ungkap Tilaar.
Menurut Tilaar, terkesan bahwa masalah di PDAM Minsel semakin ‘runyam’. Namun, Bagian Perekonomian Setdakab Minsel dan Keasistenan II tidak ada campur tangan. ‘’Ibu bupati Tetty, kami juga punya keluarga. Istri dan anak-anak tahu, kami (orang tua/suami) bekerja di PDAM Minsel. Tapi, bagaimana mungkin gajinya saja tidak pernah dibayarkan. Kasihan ibu bupati dan bapak wakil bupati. Tolong kami, kami sudah menderita bertahun-tahun lamanya,’’tegasnya.

Baca juga:   Bupati CEP Hadiri Ibadah Pelantikan Panitia Pelaksana Sidang Tahunan KGPM Tahun 2018

Tilaar Cs juga menjelaskan, bahwa keluhan ini sudah disampaikan ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigasi Minsel, namun tidak ditanggapi sama sekali. ‘’Mirisnya lagi, laporan melalui aspirasi kami sampaikan ke Komisi II dan III DPRD Minsel, namun tidak ada tanggapan lagi. Menjadi pertanyaan kami, ketika kami melaporkan kasus korupsi PDAM Minsel di Polres Minsel dan Kejari Amurang, justru mereka sebut tidak kuat bukti. Jadi, kepada siapa kami mengadu,’’tanya Tilaar dengan nada keras. (andries) 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3079 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini