Seorang Ibu Tewas Ditembak Polisi, Kapolda : Sudah Diberi Tembakan Peringatan Tapi Tetap Tak Mau Berhenti



Bagikan Berita ini!

LIDIK – Surini (55) meninggal dunia akibat luka tembakan di berbagai tahap tubuhnya oleh seorang oknum polisi.

Sementara itu, berbagai anaknya mengalami luka tembak, yakni Diki (29) di tahap punggung, Indra (32) di tangan tahap kiri, Novianti (31) di lengan sebelah kanan serta Dewi Arlina (35) di lengan sebelah kiri.

Cucu Surini, Genta Wicaksono (3) mengalami luka di atas telinga sebelah kiri sebab diduga terserempet peluru.

Seorang anak lainnya, Galih (6), tak mengalami luka.

Para korban langsung dibawa ke rumah sakit di Lubuk Linggau.

Menurutnya, sopir mobil tersebut merupakan seorang laki-laki serta di sampingnya ada laki-laki lain yang terbuktiku anak-anak.

Sedangkan di tahap belakang, ada berbagai perempuan serta satu orang anak-anak.

“Sopirnya ditarik keluar duluan. Waktu saya perhatikan, di tahap belakang mobil ada kurang lebih empat lobang semacam bekas kena tembak,” katanya.

Seusai seluruh penumpang dikeluarkan, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit Siti Aisyah Lubuklinggau.

Diketahui kemudian, satu orang meninggal dunia, yaitu Surini.

Sedangkan lima orang lainnya juga mengalami luka tembak tetapi selamat serta satu orang lagi tak apa-apa.

Korban yang mengalami luka tembak kemudian dipindahkan dari RS Siti Aisyah ke RS Sobirin.

Semacam diketahui, rombongan satu keluarga yang berasal dari Desa Blitar Kecamatan Sindang Beliti Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, mengalami momen tragis di Kota Lubuklinggau.

Informasi yang dihimpun Sripo di ?lapangan menyatakan, rombongan keluarga ini berangkat dari Desa Blitar Kecamatan Sindang Beliti Kabupaten Rejang Lebong Propinsi Bengkulu, pada Selasa (18/4) pagi.

Mereka berjumlah tujuh orang, yaitu lima orang dewasa serta dua anak-anak, naik mobil Honda City, hendak menghadiri undangan kerabatnya di K?ecamatan Muarabeliti Kabupaten Musirawas.

Baca juga:   "Sekilas Tentang Santoso - LIDIK.NET"

Mereka melintas melewati jalur lingkar barat Kota Lubuklinggau.

Diduga, saat melintas ada anak buah polisi yang diduga meperbuat razia.

Diki, yang mengendarai mobil, diduga menerobos razia lalu melaju ke arah selatan.

Disinyalir mencurigakan, mobil tersebut dikejar, hingga terjadi aksi kejar-kejaran dalam kota.

Diduga selagi pengejaran ini anak buah melepaskan berbagai kali tembakan kearah mobil.

Terkesan dari berbagai bekas tembakan pada tahap belakang mobil Honda City serta di tahap kaca mobil juga ada bolong bekas tembakan serta kacanya pecah.

Selain itu, kaca di tahap penumpang samping kanan mobil Honda City itu juga pecah, diduga juga sebab tembakan.

Pengejaran terhenti di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau.
Cocoknya di jalan raya samping BankBerdikari Simpang Periuk.

“Pertama saya dengar ada empat kali suara tembakan. Lalu saya keluar dari dalam kantor serta menonton ada mobil sedan warna hitam didepan agak ke samping kanan kantor dalam posisi terjepit mobil lain dari depan serta belakang. Kemudian ada dua suara tembakan lagi,” ungkap asal Sripo diwawancarai di lokasi usai kejadian.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto berkata, polisi menembaki mobil berisi rombongan keluarga saat adanya razia di jalan raya daerah Lubuk Linggau.

Polisi pernah memberi tanda supaya mobil tersebut berhenti.

Tetapi, mobil Honda City hitam berpelat nomor BG 1488 ON itu justru melaju dengan kencang.

“Info awal, pada saat ada razia, mobil tersebut distop tak berhenti,” ucap Agung saat dikonfirmasi, Selasa (18/4/2017) malam.

Bahkan, mobil tersebut hampir menabrak tiga polisi serta masyarakat yang melintas di kurang lebih jalan raya itu.

Akhirnya, petugas memberbagi tembakan peringatan.

Baca juga:   DPR Minsel Tutup Sidang Ke Satu, Buka Sidang Ke Dua 2016

Agung tetap belum mengenal alasan polisi tersebut hingga memberondong mobil dengan tembakan.

“Sekarang tim polda sedang turun ke TKP, tunggu informasi dari lapangan,” kata Agung.

Berdasarkan standar operasional, kata Agung, upaya peringatan supaya kendaraan berhenti saat razia berupa gerakan tangan.

Apabila pengemudi melawan serta membahayakan petugas, bakal diperbuat tembakan peringatan.

“Didahului dengan tembakan peringatan ke udara setidak sedikit tiga kali,” kata Agung. (Dix )

 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2925 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini