Menu MENU
Home » Manado » Setahun Tak Selesai Sertifikatnya, Besok Kantor BPN Manado Di Pumorow Bakal Di Seruduk Masa

Setahun Tak Selesai Sertifikatnya, Besok Kantor BPN Manado Di Pumorow Bakal Di Seruduk Masa

(135 Views) January 4, 2018 12:41 pm | Published by | No comment

LIDIK.NET – Manado – Pengurusan sertifikat tanah yang lama dan ribet di Badan Pertanahan Nasional kota manado membuat warga masyarakat geram dan naik pitam.

Perbaikan sistem yang sudah diprogramkan oleh pemerintah pusat juga tampaknya tidak banyak berpengaruh dengan prosesnya di lapangan masih banyak pungli yang terjadi di kantor pertanahan manado dicurigai hal ini karena tidak berfungsinya syber pungli yang telah di bentuk.

Michael Damopolii warga karombasan merasa dikerjain oleh pihak BPN kota manado, pasalnya ia sudah hampir dua tahun mengurus sertifikat tanah di komplex malalayang satu barat tidak kunjung selesai. Bahkan oknum pegawai BPN bernama Nardiansyag saat ini mulai menghindar dan banyak alasan ketika di hubungi via telepon celularnya. ” ini pegawai BPN ini somulai mo cari hal dia, dia so ambe doi Rp 3 juta mo urus akang tu sertifikat sampe sekarang somo dua tahun nda klar klar, nanti ada dia punya. ” terang teba dengan kesal.

Teba kembali berujar, bahwa ia berharap pihak kepolisian dapat melakukan penertiban terhadap oknum oknum yang kerap melakukan pungutan liar di kantor BPN manado. Mereka ini banyak yang bermental bandit kalau mengurus sertifikat para pengusaha pengusaha besar seperti ko fery ko adi dan lain lain mereka sangat sigap siap bos siap bos, tali kalau masyarakat biasa masyarakat kecil sering di ping pong kesana kemari. Jika hal ini terus dibiarkan ada saatnya rakyat akan marah dan bahkan akan mengambil tindakan sendiri meskipun harus akan berhadapan dengan hukum. kami akan melakukan aksi ke kantor BPN pumorow besok karena ulah oknum pegawai BPN tersebut.  Ujar Teba.

Hingga berita ini diturunkan redaksi belum dapat mengkonfirmasi akan hal ini kepada kepala badan pertanahan kota manado yang beralamatkan di jalan pumorow tersebut.

Meski biaya resmi pembuatan sertifikat tanah sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015 tentang jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Biaya itu sebesar Rp 50 ribu saja untuk pendaftaran administrasi.

Nyatanya, hal berbeda terjadi di lapangan. Masih saja ada oknum di Badan Pertanahan Nasional yang mempermainkan harga. Mereka menarik pungli alias pungutan liar untuk pembuatan sertifikat tanah.

Kita sebagai masyarakat pembayar pajak berhak menerima pelayanan sesuai dengan aturan. Jika ada yang mencoba melakukan pungli, apalagi ia selaku pegawai BPN itu sendiri kita bisa melaporkannya sebab sudah keterlaluan.

Walhasil, biaya membuat sertifikat tanah membengkak hingga jutaan rupiah. Masyarakat yang ingin mengurus sendiri jadi kena imbasnya, karena oknum internal BPN tahu ada peluang dari praktik percaloan ini.

Mereka sengaja mengulur-ulur penerbitan sertifikat, dioper ke sana-sini, hingga akhirnya masyarakat yang mengurus sendiri jera dan memilih pakai calo orang dalam biar sertifikat lebih gampang terbit katanya. Tapi kenyataanya hingga saat ini sertifikat milik meykel Damopoli yang di urus oleh orang dalam tak kunjung selesai juga.

(Red/ didi)

 

Categorised in:

Tidak ada komentar untuk Setahun Tak Selesai Sertifikatnya, Besok Kantor BPN Manado Di Pumorow Bakal Di Seruduk Masa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *