Sidang Korupsi Proyek Pemecah Ombak : Lagi, Nama Bupati Minut dan Mantan Kapolresta Manado Disebut



Bagikan Berita ini!


MANADO, LIDIK.NET – Nama Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan dan mantan Kapolresta Manado, Kombes. Pol Rio Permana Manadagie disebut para saksi pada sidang kedua kasus Proyek Pemecah Ombak Likupang Kabupaten Minahasa Utara di ruang sidang Pengadilan Negeri Manado, Selasa (27/2/2018).

Sidang yang berakhir sekitar pukul 18.00 Wita ini digelar dengan agenda pemeriksaan saksi.

Sebelum sidang dimulai, Ketua majelis hakim, Vincentius Banar mengingatkan keenam saksi agar tidak mengungkapkan kesaksian palsu saat mengambil sumpah para saksi.

“Saudara harus ingat ada aturan hukum dalam sumpah palsu dan itu ada sanksi pidananya. Jadi jangan lindungi siapa saja, dan ceritakan yang sebenar-benarnya,” ujar Banar.

Enam orang saksi dihadirkan, tiga di antaranya Zola Gracia Sumarauw, Airin Polii, dan Leddy Giroth.

Jaksa penuntut umum (JPU) Bobby Rusmin saat memeriksa dua saksi yakni Leddy Giroth dan Erwin menamyakan perihal 10 proposal yang diajukan ke kantor BNPB di Jakarta dan diserahkan ke Junjungan Tambunan atas perintah Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan. “Setelah diserahkan, kami kembali ke Manado dan melaporkan kepada Ibu Bupati,” aku Leddy.

Lanjut Leddy, tak berapa lama berselang, mereka kemudian kembali ke Jakarta dan bertemu dengan Kadis PU Minut yakni Steven Koloai. “Beliau juga membawa langsung proposal ke 11 tentang proyek pemecah ombak,” ujarnya.

Usai mengantar proposal, lanjut Leddy, kedua saksi kemudian melakukan pertemuan dengan Vonie Anneke Panambunan dan Rio Permana. “Pertemuan kali ini membahas tindaklanjut dari proposal di Jakarta. Kali ini pertemuan tersebut dilakukan di salah satu rumah rekan Ibu Bupati,” ungkapnya.

JPU Boby Rusmin menegaskan, pihaknya masih akan memanggil saksi lainnya. “Kita lihat perkembangannya nanti, tapi tetap masih ada saksi yang akan dipanggil,” tegasnya.

Baca juga:   Menindaklanjuti Acount Bodong Di Medsos Yastie Sopredjo Datangi Kantor Tindak Pidana Syber Mabes Polri

Sementara itu, pihak penasehat hukum dr. RT sempat memohon ke Majelis Hakim untuk menghadirkan Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan dan mantan Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana Mandagie pada persidangan berikutnya.

Permintaan tim penasehat hukum terdakwa RT ini bukan tanpa alasan. Sebab, beberapa hari lalu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Kajati Sulut) melalui Kepala Seksi Penyelidikan, Lukman Effendy, SH memastikan akan ada Tersangka baru pada kasus tindak pidana korupsi proyek penanganan darurat pembuatan tanggul penahan/pemecah ombak di desa Likupang II Kabupaten Minahasa Utara tahun 2016.

“Tunggu saja kejutannya. Akan ada Tersangka baru,” ujar Kasiedik Kejati Sulut, Lukman Effendy, SH di kantornya, Senin (19/02/2018) petang. Lukman menegaskan, pihak Kejati Sulut sangat serius memproses kasus korupsi ini. “Kami serius menangani kasus korupsi ini. Selama ini publik menilai kami negatif. Ini kasus yang mudah, tapi perlu ketelitian,” jelasnya.

Dari surat dakwaan terhadap Terdakwa dr. Rosa Marina Tidajoh, M.Kes, nomor Reg.Perk. : PDA- /R.1.16/Ft.1/01/2018 tanggal 25 Januari 2018 yang ditandatangani Penuntut Umum, Bobby Ruswin, SH, MH yang diterima dari sebuah Sumber, disebutkan secara jelas dan gamblang disebutkan nama Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan dan mantan Kapolresta Manado, Kombes Pol. Rio Permana.

Terdakwa dr. Rosa Marina Tidajoh melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yaitu memperkaya diri terdakwa sebesar Rp 100 juta, atau orang lain yaitu Robby Maukar sebesar Rp 348 juta, Vonnie Anneke Panambunan sebesar Rp 8.365.015.856,06.

Di akhir dakwaan Primair dan Subsidiair disebutkan, akibat perbuatan Terdakwa dr. Rosa Marina Tidajoh, M.Kes melakukan atau turut melakukan bersama dengan Steven Hendrik Solang dan Robby Maukar secara melawan hukum didalam kegiatan penanganan darurat pembuatan tanggul penahan/pemecah ombak di desa Likupang II pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa Utara TA. 2016 telah memperkaya diri sendiri atau orang lain, yakni Robby Maukar, Vonnie Anneke Panambunan, dan Rio Permana berdasarkan perhitungan ahli BPKP, Nasrullah, SE yang dituangkan dalam Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan penanganan darurat pembuatan tanggul penahan/pemecah ombak desa Likupang II pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2016 nomor SR-384/PW18/5/2017 tanggal 17 Oktober 2017, menyatakan bahwa telah terjadi kerugian keuangan negara/Daerah dalam kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan penanganan darurat pembuatan tanggul penahan/pemecah ombak desa Likupang II pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2016 adalah sebesar Rp 8.813.015.856,06.

Baca juga:   Jainuddin Damopolii : Warga KKIG Memiliki Kontribusi Yang Luar Biasa Untuk Kotamobagu

Sebelumnya disebutkan juga, saat PT. Manguni Makasiouw Minahasa (PT. MMM) memulai pekerjaan, ternyata pekerjaan sudah berjalan sekitar 40% yang dikerjakan oleh kombes pol. Rio Permana.

Diketahui, antara Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan dan mantan Kapolresta Manado, Kombes. Pol. Rio Permana disinyalir memiliki hubungan spesial. Hal ini sudah menjadi rahasia umum dimana mereka berdua sudah tidak malu lagi memarkan kedekatanya di depan publik dan masyarakat. Dan dalam kasus korupsi ini banyak saksi yang mengatakan bahwa oknum kombes ini sering berada di lokasi proyek tersebut bahkan beliau beberapa kali datang ke lokasi proyek dengan menggunakan mobil dinas. (Red/didi)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2995 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini