Stevanus Vreke Runtu Resmi Di Plt, Tetty Paruntu Menguat Pimpin Golkar Sulut



Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – MANADO – Isu yang beredar beredar beberapa bulan lalu Terkait keberangkatan 10 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Sulut ke Jakarta untuk bertemu Ketua umum DPP PG Setya Novanto, yang dikabarkan akan membicarakan pergantian kepemimpinan (DPD I) Golkar Sulut serta menyatakan dukungan untuk Tetty Paruntu, ditanggapi dengan tenang oleh Stevanus Vreeke Runtu (SVR) yang notabene masih menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut.

Menurut Wakil Ketua DPRD Sulut ini, rumus politik itu cuma naik atau turun. Setiap kader Golkar tidak usah itu takut mau naik atau turun, karena itu sudah resiko politik.

“Setiap kader Golkar atau politisi tidak usah takut dengan kondisi politik. Partai itu bukan milik nenek moyang kita. Jadi kalau hari ini kita berkiprah di partai ini, bisa saja kedepan berkiprah di partai lain atau atau tidak lagi berkiprah,” ujar SVR kepada wartawan, Selasa (28/2/2017).

Terkait kabar 10 Ketua DPD II yang menyatakan dukungan kepada Tetty Paruntu sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut, dengan enteng SVR mengatakan kalau hal tersebut sudah biasa bagian dari dinamika organisasi.

Pimpinan DPD II Golkar Sulut diantaranya Tetty Paruntu, Marlina Moha Siahaan, Djelantik Mokodompit, Tonny Lasut, Karel Bangko, Denny Sondakh dan beberapa pimpinan DPD yang menyambangi kantor pusat DPP Golkar. (Istimewa)

“Riak-riak politik itu biasa, karena dalam politik tidak statis tapi dinamis bergerak. Namanya orang politik banyak yang punya ambisi dan saya pikir memang harus demikian asal jangan ambisius. Saya pikir kader Golkar di Sulut tahu siapa yang pantas memimpin partai Golkar,” kata SVR.

Lanjut dikatakan SVR, dalam Partai Golkar tidak ada mekanisme yang memberhentikan orang dan menyerahkan SK pergantian kepada orang lain.

“Selain ada permintaan dari 2/3 pengurus DPD II, mengganti ketua itu ada prosedurnya. Itu ada penilaian dan pertimbangan dari DPP, misalnya partai tidak bergerak atau ketuanya bermasalah hukum dengan status terdakwa. Jadi, tidak boleh kalau ketuanya menjalankan tugas dengan baik lalu diganti,” ungkap SVR sembari mengajak kader Golkar Sulut untuk terus menjaga kekompakan dan jangan terpengaruh.

“Kekompakan harus terus dijaga, jangan sampai ada ambisius-ambisius tertentu yang akan merusak perjuangan partai Golkar, karena menghancurkan satu kekuatan partai lebih mudah dari pada menjaga keutuhan,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, 10 Ketua DPD II Golkar Sulut yang ke Jakarta diantaranya DPD Minut, DPD Manado, DPD Bolmong, DPD Bolmut, DPD Mitra, DPD Kotamobagu dan DPD Minsel. Sedangkan DPD yang tidak ikut dalam kontingen ini antaranya DPD Bitung, DPD Tomohon dan DPD Minahasa.

Menariknya hari ini redaksi media online lidik.net menwrima informasi bahwa ketua DPD I Partai Golkar Sulut yanh dijabat oleh SVR telah di PLT kepada Saudra Hamka.

Ini membuktikan bahwa ada beberapa oknum yang sengaja tidak senang terhadap ketua DPD I saat ini. Menyikapi riak riak tersebut DPP partai Golkar mengambil sikap tegas dengan cara memPLTkan ketua DPD I sulawesi utara agar tidak terpecah belah. Langkaha ini dipandang sebagai antisipatif untuk soliditas kader golkar sulut. (Didi /Red)