TPDI: Wiranto Buktikan Panglima TNI ‘Asbun’

Bagikan Berita ini!

LIDIK.NET – Jakarta – Pemerintah melalui Menkopolhukam, Wiranto telah meluruskan informasi dari Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai penyelundupan 5.000 pucuk senjata ilegal yang diduga dilakukan oleh institusi non Polri dan TNI dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo.

Menurut Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus, penjelasan Wiranto menunjukkan pemerintah secara jujur dan berjiwa besar menyampaikan informasi yang disampaikan secara terbuka oleh Panglima TNI sebagai informasi yang bersumber dari komunikasi antar institusi yang belum tuntas.

“Senjata itu untuk kebutuhan pendidikan intelijen BIN, sehingga izinnya bukan dari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri sesuai ketentuan,” ujar Petrus melalui keterangan tertulisnya yang diterima wartawan, Senin (24/9/2017).

‎Menurut Petrus, konfirmasi Wiranto telah cukup untuk mematahkan sekaligus meluruskan pernyataan Gatot tentang ada institusi negara di luar TNI-Polri melakukan pembelian senjata secara ilegal sebanyak 5.000 pucuk.

“Wiranto juga membuktikan bahwa informasi yang diperoleh Panglima TNI tidak utuh dan tidak jelas sumbernya, karena berbeda dengan fakta-fakta yang diperoleh dan disampaikan oleh Menkpolhukam yang bersumber dari Panglima TNI, Kepala BIN dan Kapolri,” ujarnya

Karenanya, Advokat Peradi ini menyesalkan ucapan ‘asal bunyi’ Gatot yang pada akhirnya menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Tak hanya itu, ia juga menyayangkan orang nomor satu di TNI ini yang juga sempat membuat kontroversi dengan menginstruksikan jajarannya menonton film Pengkhianatan G30S/PKI.

“Isu ini (penyelundupan senjata) menjadi kontroversi bahkan menjadi isu politik tingkat tinggi di tanah air yang cenderung memanas, karena pada saat yang bersamaan muncul isu politik tentang pemberontakan G30S/PKI,” kata Petrus.

Seperti diketahui, Wiranto secara gamblang meluruskan pernyataan Jenderal Gatot tentang 5.000 pucuk senjata ilegal yang sempat viral. Menurut Wiranto, pernyataan senjata ilegal yang terlontar oleh Jenderal Gatot hanya kesalahan komunikasi semata.

Baca juga:   Ini Foto Rebahan & Pose Cinta Laura Yang Bikin Gagal Fokus ..Yang Belum Dewasa Di Larang Lihat

“Saya cek kembali, ternyata ini berhubungan dengan pembelian 500 senjata buatan Pindad yang diperuntukkan bagi sekolah intelijen oleh BIN,” kata Wiranto kepada wartawan di Jakarta, Minggu (24/9/2017). (red)

kricom

 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3078 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini