UPTD Rumah Sakit Pobundayan di Duga Tilep Uang Jasa Paramedis

Bagikan Berita ini!

Kotamobagu-Lidik.net, Kinerja dan peran paramedis yang mengabdi di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Pobundayan Kotamobagu, sepertinya berbanding terbalik dengan pembayaran atas hak para pahlawan kesehatan tersebut, “Ada apa Yah dengan Dana BPJS untuk Jasa Medis”. Ucapan tersebut di sampaikan dari salah satu perawat yang bekerja di UPTD Rumah Sakit Pobundayan, yang tidak ingin namanya di publish.

Perawat yang sehari-harinya bekerja sebagai pegawai negeri sipil pada UPTD Rumah Sakit Pobundayan tersebut, sempat menelepon wartawan dan mencurahkan isi hatinya yang penuh dengan tanda tanya terkait hak Jasa Medis Mereka yang diduga kuat telah ditilep oleh oknum tertentu di UPTD Rumah Sakit Pobundayan.

“Apa bisa pak, daftar penerimaan yang di tandatangani dua bulan, bulan april dan Mei untuk jasa medis dari pasien BPJS, namun yang dibayarkan ke kami hanya bulan april, masuk di akal tidak pak, padahal administrasi kelengkapan berkas pembayaran atas jasa medis di buat dua bulan,” kata sumber kepada awak media ini.

Sumber juga menambahkan, “Saat kami mau menanyakan jumlah rincian jasa medis dari BPJS, Bendahara kami tak pernah transparan terkait jasa medis tersebut, Pasien BPJS terbagi tiga kelas, pasien BPJS kelas 1 atau VIP, pasien BPJS kelas 2 dan kelas 3, dan pastinya pembayaran jasa medis dari tiap kelas berbeda, anehnya hak yang kami terima dari dulu hingga sekarang perbulannya hanya di kisaran 3 jutaan, sedangkan pasien yang masuk sangat banyak yang menggunakan BPJS,” terangnya.

Lebih lanjut sumber mengatakan, “Mungkin ada dugaan, ini ada permainannya antara bendahara dengan para pimpinan kami yang ada di RS Pobundayan, jika benar dugaan ini, kami meminta pihak yang berwajib supaya dapat memperhatikan keluh kami ini lewat media ini, jika kami langsung melaporkan, takutnya kami akan di pindahkan Rumah Sakit Pobundayan, ke tempat jauh.

Baca juga:   Waoww Yani Tuuk Utus Sespri Ketemu Eka Di Malendeng, Ulfa Maju Kena Mundurpun Kena

“Kalau bisa juga, kami meminta kepada Walikota Kotamobagu untuk dapat memperhatikan lebih teliti kinerja para petinggi-petinggi yang ada di Rumah Sakit Pobundayan, karena kamilah garda terdepan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kotamobagu, jadi kalau bisa tolong pemerintah untuk supaya dapat mendengar jeritan suara hati kami ini, karena bukan baru kali ini, akan tetapi ini sudah menjadi kebiasaan Rumah Sakit Pobundayan pada tiap tahunya,” keluh sumber dengan nada suara sedikit menahan isak tangisnya lewat telepon genggamnya, Kamis (31/08) lalu.

Saat awak media ini mengkonfirmasi ke Kepala Tata Usaha UPTD Rumah Sakit Pobundayan Kotamobagu, Rutman Lantong,  melalui telepon selulernya nomor 085240508*** sampai berita ini ditulis tidak ada jawaban. (Didi)

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3054 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini