VAP kebal Hukum, Bau amis di KEJATI SULUT, LMI akan Turunkan 42 Ribu Orang



Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Minahasa Utara VAP alias Vonnie sebagai saksi untuk Tersangka JT alias Junjungan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pemecah Ombak / Penimbunan Pantai di Desa Likupang pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Utara TA 2016 Rabu,18/4-2018.

Pemeriksaan dimulai Pukul 09.00 wita sampai pukul 11.00 Wita dan dalam pemeriksaan ini ditanyakan 30 pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan penahan ombak.

Dalam perkara yang diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 8,8 Milyar tersebut, tersangka JT diduga telah menyalahgunakan wewenang dalam pengusulan kegiatan proyek pemecah ombak dan penimbunan pantai di desa Likupang Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam proses persidangan VAP alias Vonnie Anneke Panambunan disebut oleh beberapa saksi menerima uang hasil korupsi talud pemecah ombak itu.
saya pernah mengantarkan dus yang didug berisikan uang ke rumah bupati VAP di kleak ” tukas saksi di sidang pengadilan. “

Sementara itu kepala cabang bank BRI Airmadidi juga mengakui bahwa dirinya berulang ulang kali di telepone bupati VAP ketika hendak mencairkan uang proyek tersebut. ” setiap kalai mau ada pencaiaran ibu bupati terlebih dahulu menelpon saya untuk menyiapkan uang sebelum orang yang disuruhnya menarik ke bank BRI. tegas kepala cabang bank bri yang diduga kuat terlibat konspirasi dengan bupati minut VAP.

Terpisah ormas adat LMI memperhatikan ada yang tidak beres di tubuh kejati sulut dimana bau amis untuk melindungi otak intelektual dari kasus korupsi ini udah mulai menyebar kemana mana, ini sungguh aneh dan baru kali ini terjadi, dalam proses penyidikan jaksa sudah berani mencantumkan nama VONIE ANNEKE PANAMBUANAN dalam dakwaan para tersangka bahwa bupati minut itu terlibat, ditambah proses adminstrasinya tidak beres dan banyak yang di rekayasa kemudian dalam fakta persidangan beberapa kali terungkap dua nama yakni kombes pol RIO PERMANA dan bupati minut VAP kenapa hingga hari ini kejati tidak berani tetapkan mereka tersangka. Saya selaku ketua umum ormas adat LASKAR MANGUNI INDONESIA mengecam keras oknum oknum di korps adhyaksa yang mencoba coba bermain dengan kewenangan yang ada padanya untuk melindungi perampok uang rakyat.

Saya katakan kepada kalian hai para oknum jaksa jaksa nakal, jangan coba coba menghiananti kami rakyat indonesia dengan melindungi para koruptor, saya selaku Tonaas wangko lmi tidak akan pernah mundur selangkahpun dalam memerangi korupsi di tanah nyiur melambai ini.  saya siap mempertaruhkan segalanya termasuk nyawa saya demi memberangus para koruptor. Jika kalian ingin bukti boleh saja, saya akan turunkan seluruh kekutan LMI sejumlah 42 ribu anggota untuk melakukan aksi damai di kantor kejati sulut dan kantor gubernur sulut. Kami akan persiapkan surat pemberitahuanya ke intelkam polda sulut dalam waktu dekat ini.

Koruptor musuh rakyat, koruptor musuh negara,  koruptor musuh bersama, karena ulah para koruptor rakyat sengsara. Mari perangi koruptor tanpa rasa takut.  Merdeka !!!!  Tegas Hanny Pantow.

( Ojer)