VAP & Kombes Pol Rio Mangkir Lagi Panggilan Ke 3, Jaksa : Besok Majelis Hakim Akan Keluarkan Surat Penetapan

Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Terkait kasus korupsi pemecah ombak berbandrol 15Milyar yang negara dirugikan sebesar 8,8 M saat ini telah berproses di pengadilan tipikor manado dengan agenda menghadirkan saksi Bupati Vonnie Anneke Panambunan berlangsung baik tanpa di hadiri oleh bupati minut itu.

Jaksa penuntut umum ketika di kknfirmasi usai sidang terkait ketidak hadiran dari bupati minahasa utara Vonie Anneke Panambunan itu mengatakan bahwa Bupati minahasa utara vonie panambunan tidak hadir lagi dalam sidang kali ini,  ini sudah panggilan ke tiga untuk orang nomor satu di minahasa utara itu.  Adapun alasan yang kami terima bahwa ia sedang di luar daerah ( jakarta)  untuk menghadiri suatu acara padahal salam surat yang kami terima dari penasehat hukumnya bupati minahasa utara Vonie Panmbunan itu akan menghadiri acara BPJS di jakarta namun tanggalnya kan nanti tanggal 23 berarti besok acaranya sedangkan sidangnya kan hari ini tanggal 22 mei.  Tukas Jpu.

Karena mangkir lagi maka kami dimintakan oleh majelis membuat surat ke majelis hakim dan majelis hakim akan mengeluarkan penetapan untuk mengeksekusi beberapa nama yang selama ini mangkir, termasuk mantan kapolresta manado kombes Pol Rio Permana.  Tambahnya.

Untuk diketahui sidang kasus korupsi pemecah ombak di likupang timur minahasa utara ini jaksa susah menetapkan 4 orang tersangka diantaranya RM,  RT,  SHS dan JT.

kasus ini berdasarkan keterangan saksi dalam BAP maupun yang terungkap dalam fakta persidangan diduga kuat melibatkan orang nomor satu di kabupaten minahasa utara yaitu bupati Vonie panambunan.

Sesuai keterangan para saksi bupati VAP mengetahui sejak perencanaan proposal untuk mencairkan dana dari BNPB RI ini.  hal ini dikuatkan dengan keterangam saksi saksi di bawah sumpah di depan majelis hakim bahwa RT selaku Kepala BPBD di perintahkan oleh Bupati untuk mengantarkan proposal ke jakarta.

Baca juga:   Terungkap !!! Tety Terima Uang dari Terdakwa, Majelis Hakim keluarkan Penetapan Pemeriksaan

Tak hanya itu,  Junjunan Tambunan Dirjen Tanggap darurat BNPB RI yang sudah di tetapkan tersangka dan di tahan oleh penyidik juga menjelaskan bahwa dana tersebut di cairkan karena adanya surat permohonan dari pemkab minut yang di tanda tangani oleh bupati Vonie Anneke Panambunan.

JT,  menambahkan bahwa ia selaku Dirjen Tanggap darurat memerintahkan pencairan dana siap pakai itu ke pemkab minut dikarenakan ada surat status siaga darurat bencana yang di buat dan di tanda tangani oleh bupati Vonie Panambunan.  ” itu kan ada SK nya kami mengacu pada SK tersebut yang kemudian kami meminta paraf untuk di acc dari Kepala BNPB RI yang selanjutnya di realisasi oleh bendahara.  tegas JT.

Jaksa menetapkan JT sebagai tersangka karena menyalahgunakan kewenanganya sehingga terjadi kerugian perekonomian negara dan telah terjadi kerugian negara pada proyek pemecah ombak tersebut. proposal tersebut tidak layak di cairkan karena ada rekayasa administrasi dimana bupati Minahasa Utara Vonie Panambunan berani mengeluarkan SK siaga darurat bencana padahal tidak ada bencana di minahasa utara.  ( red)

 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 3105 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini