VAP & RIO Kumabal, JT Bongkar Rahasia Cairnya Dana…



Bagikan Berita ini!

LIDIK. NET – MANADO – Korupsi sudah menjadi permainan andalan para eliet yang ingin memperkaya diri. Tidak sedikit para eliet di negeri ini yang ditangkap KPK,kejaksaan dan Polri karena merampok uang rakyat.

Terkait kasus korupsi proyek pemecah ombak di likupang timur kabupaten minahasa utara berbandrol Rp. 15 M, yang melibatkan oknum bupati minahasa utara semakin hangat di masyarakat. Pasalnya Dirjen Tanggap bencana BNPB RI JT sudah di tahan oleh kejati sulut karena mencairkan dana DSP yang tidak sesuai dengan peraturan perundang undangan yang belaku.

Dalam keterangannya dipersidangan yang di gelar kami 17 Mei 2018 di kantor pengadilan Tipikor manado JT, mengungkapkan bahwa dirinya mencairkan dana tersebut berdasarkan surat permohonan dari pemerintah kabupaten Minahasa Utara, yang ditandatangani oleh Bupati Vonie Anneke Panambunan.
” setelah kami menerima permohonan yang di ajukan oleh pemkab minut, kami dari BNPB menurunkan tim sebanyak dua orang untuk mengkroscek kebenanaran surat tersebut, kami merasa yakin karena ada surat peningkatan status siaga darurat bencana yang di tanda tangani oleh Bupati Vonie Anneke Panambunan. kami tidak tau menahu jika surat tersebut adalah rekayasa.yang tau daerah itu terjadi bencana kan kepala daerahnya. Tukas Jt dalam persidangan.

Ditambahkannya lagi bahwa pencairan dana siap pakai (Dsp) dari badan penanggulangan Bencana Alam Republik indonesia disesuaikan dengan penetapan SK darurat siaga bencana yang ditandatangani oleh Bupati Minut Vonie Anneke Panambunan. Dan dalam proses pencairan serta pergeseran uang sesuai proposal yang di ajukan itu harus mendaoat desposisi kuasa pengguna anggaran (KPA) BNPB DOdi Ruswandi.

Sementara itu, bupati Minahasa Utara VAP & oknum kombes RP yang sudah beberapa kali di panggil jaksa untuk di hadirkan disidang pengadilan malah mangkir. tak hanya itu, sejumkah saksi yang dianggap penting dalam mengungkap kasus ini ternyata juga sudah menjadi perhatian majelis hakim. Majelis hakim yang menhidangkan kasus korupsi itu meminta kepada jpu untuk menghadirkan saksi Aye Panambunan dan Decky Lengkey.

Baca juga:   Tim Manguni Polda Sulut Bekuk Kawanan Curanmor

Sementara itu JPU Bobby Ruswin mengatakan bahwa pihaknya akan dengan segera membuat surat kepada Majelis hakim nama nama yng sudah di panggil sebanyak 3 kali tapi masih mangkir. ” kami akan suguhkan surat ke majelis agar mendapat penetapan dari pengadilan guna prises eksekusi kepada mereka mereka yang mangkir dari panggilan jaksa selaku penyidik kasus ini. Tegas bobi.

Ketika disinggung apa tanggapan JPU ketika Bupati Minahasa Utara Vonie Anneke Panambunan tidak hadir atau mangkir lagi pada sidang yang di gelar kamis 17 mei 2018, JPU menyampaikan bahwa sudab ada komfirmaai dari penasehat hukumnya bahwa yang bersangkutan sedang berada di luar kota. (jogya )

 

Redaksi.

 

About admin conect to Presiden Jokowi, Panglima TNI, Kapolri, Kajagung, KPK, BNN, Cyber Pungli 2926 Articles
LIDIK.NET adalah media online yang tegas dalam mengungkap skandal korupsi di negeri ini